4 Orang Anggota DPRD Fraksi Hanura Kabupaten Sikka Kecewa dengan Sikap Bupati Sikka yang Meremehkan Pemandangan Umum Fraksi Partai Hanura

Dibaca 1.1K kali

4 anggota DPRD kabupaten Sikka dari fraksi partai Hanura.dari kiri Vinsensius Langga, Wenseslaus Wege, S.Fil, Anton Bata dan Florensia Kowe. Saat ditemui di Halaman kantor DPRD kabupaten Sikka

FaktahukumNTT.com. MAUMERE

Rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati Sikka terhadap pemandangan umum fraksi fraksi atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan tahun 2020 Kamis (8/10/20). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD kabupaten Sikka, Wakil ketua DPRD kabupaten Sikka Serta dihadiri Oleh Bupati Sikka dan sejumlah pimpinan OPD dan Forkopimda se-kabupaten Sikka berlangsung alot karena jawaban bupati Sikka atas Pemandangan Umum fraksi ditanggapi balik oleh juru bicara fraksi masing-masing.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo,S.sos.M.si membacakan secara langsung jawaban pemerintah atas Pemandangan Umum fraksi fraksi pada Rabu (7/10/20) dengan cermat dan jelas.

Namun dalam jawaban pemerintah tersebut fraksi Hanura merasa sangat kecewa dengan jawaban bupati Sikka yang dianggap melecehkan pemandangan umum fraksi Hanura terkait dengan upah tukang yang belum dibayar oleh kontraktor pada pengerjaan proyek jembatan bangkoor dan para Nakes yang menjadi relawan Covid 19 di RSUD dr Tc Hilers Maumere.

Pada poin jawaban pemerintah terhadap pendapat fraksi partai Hanura, bupati Sikka dengan tegas mengatakan tidak semua persoalan dibawah ke DPRD kabupaten Sikka karena lembaga DPRD adalah rana publik.

Baca Juga :  IKIP Muhammadiyah Maumere Menarik Kembali 12 Mahasiswa Mahasiswi Yang Mengabdi Pada Program Kampus Mengajar Perintis

“Saya tegaskan tidak semua persoalan harus dibawa ke sini ini rana publik kalau memang upah tukang belum dibayar silahkan mengaduh ke dinas ketenagakerjaan begitupun dengan tenaga kesehatan yang honornya belum dibayar. Silahkan kalau memang ada penipuan lapor polisi bukan untuk dibahas disini, ini ruang terhormat” ungkap bupati Sikka dengan nada tinggi”.

Terhadap jawaban bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo,S.sos, M.si tersebut fraksi Hanura merasa sangat kecewa dan merasa dilecehkan.

Ditemui dihalaman belakang kantor DPRD kabupaten Sikka usai sidang paripurna, ke empat anggota DPRD kabupaten Sikka dari fraksi Hanura memberikan komentar atas sikap bupati yang terlihat arogan dan anggap remeh padahal menurut mereka bahwa mereka juga adalah representasi dari rakyat.

Baca Juga :  Temui Ibu Megawati, Relawan Diah Warih Serahkan Petisi Dukungan Pilkada Solo
Wenseslaus Wege, S.Fil., Anggota DPRD Kabupaten Sikka Fraksi Hanura. Foto: Wyliam ch

Wenseslaus Wege S.Fil menyebabkan dirinya sangat kecewa dengan sikap bupati yang seolah olah tidak menghargai pendapat mereka terkait belum dibayarnya upah tukang pada pengerjaan proyek jembatan bangkoor dan para Nakes yang menjadi relawan Covid 19.

“Ketika kita membicarakan hak masyarakat terkait upah tukang (kerja) di proyek jembatan bangkoor bahwa masyarakat sudah menyelesaikan pekerjaan tetapi upah kerja belum dibayar dan para Nakes yang menjadi relawan Covid 19 sampai sekarang belum dibayar mulai dari Maret hingga sekarang tetapi dalam jawaban pemerintah bahwa sudah di bayar sampai bulan Agustus ternyata kita cek belum dibayar dari Maret 2020 hingga Agustus 2020”.

Ia juga menambahkan terkait dengan Upah tukang yang belum dibayar maka dirinya merasa kecewa atas jawaban bupati yang mengatakan ini persoalan kecil jangan dibawa ke DPRD kabupaten SIikka padahal menurut Wens Wege bahwa dirinya adalah Wakil rakyat.
“Saya adalah wakil rakyat, saya hadir disini karena dipilih oleh masyarakat kami empat ini adalah representasi dari rakyat kalau tidak mengauh ke kami ya kepada siapa lagi” ungkap Wenseslaus Wege.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anton Bata anggota DPRD dari fraksi Hanura itu ia menjelaskan bahwa tugas DPRD adalah mengakomodir kepentingan masyarakat yang ujungnya dibahas di ruang Kula babong.

Baca Juga :  KPU Provinsi NTT Serahkan APK dan BK Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018

Demi juga diungkapkan oleh Florensia Kowe anggota DPRD kabupaten Sikka dari fraksi Hanura itu. Ia menyebutkan bahwa dirinya sangat kecewa dengan sikap bupati Sikka. Menurut dia ada perbedaan dengan Bupati sebelumnya.

Sementara itu ketua fraksi Hanura Vinsen Langga menyebabkan dirinya Hadi di DPRD kabupaten SIikka adalah representasi dari masyarakat, sehingga terhadap jawaban bupati Dirinya merasa sangat kecewa dengan sikap bupati. (Wyliam)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment