Beginilah Situasi Politik Demokrat Kota Kupang

Dibaca 435 kali

Kupang (faktahukumntt.com.), Partai berlambang Mersi tidak konsisiten dalam bertindak menyikapi bacaleg, putusan partai demokrat mengabaikan segala upaya dan usaha caleg yang telah melengkapi data diri sesuai dengan peraturan KPU dan Partai.

Kepada Tim Investigasi Sinyo Hatumena mengatakan bahwa dirinya bergabung dengan Partai Demokrat ‘bukan karena keinginan pribadinya!’. Ia sebelumnya adalah kader Partai PAN dan waktu itu Partai PAN berkoalisi dengan Demokrat untuk memenangkan Jefri Riwu Kore dan Herman Man.

Dalam perjalanan selanjutnya ada petinggi DPD Partai Demokrat yang tidak perlu disebutkan namanya mengajak Sinyo bergabung bersama Partai Demokrat. Tujuannya untuk turut membesarkan partai tersebut di Kota Kupang, dengan menjanjikan sebagai caleg dari partai demokrat. Atas ajakkan itulah ia putuskan keluar dari partai PAN dan melengkapi segala persyararan sebagai bacaleg sehingga dari DPP sudah menerbitkan KTA sebagai anggota Partai Demokrat. Karena sudah terdaftar 100% kelengkapan administrasi pada SIPOL/SILON DPP Partai Demokrat.

Dalam penetapan bacaleg, Sinyo ditempatkan sebagai bacaleg cadangan dapil 4 Kota Kupang Kecamatan Maulafa, ia pun diam saja dan menerima setiap keputusan yang diambil oleh Partai Demokrat, dan sebagai bacaleg cadangan ia happy saja.

Baca Juga :  Wow!.. TNI Berhasil Hancurkan Musuh dengan Peluru Kendali Exocet MM 40 Block-3

“yang membuat saya kaget adalah partai demokrat tidak memasukan nama saya sebagai pengganti HK yang notabene telah di TMS kan oleh KPU Kota Kupang, malah muncul nama lain yang tidak pernah terdaftar pada bacaleg Partai Demokrat bahkan namanya tidak ada dalam hasil pleno”, ujar Sinyo.

Mengingat keputusan partai Demokrat yang tidak konsisiten tersebut, saya mengangap Partai Demokrat membohogi masyarakat. Hal ini dikarenakan pada saat hasil pleno yang dilakukan oleh Partai Demokrat, Ketua DPC Herri Kadja Dahi mengatakan “bagi teman-teman yang belum ditetapkan DCS jagan berkecil hati lalu meninggalkan Partai, karena nama-nama yang ditetapkan hari ini adalah DCS, sehingga masih ada peluang bagi teman-teman yang cadangan akan diakomodir  jika para caleg yang masuk DCS  tidak memenuhi apa yang disyaratkan   oleh KPU”.(Red: porosntt.com tanggal 8 Juli 2018)

Baca Juga :  Blusukan ke Pasar Karang Anyar di Tangerang, Presiden Naik Motor

Peryataan ini diperkuat oleh mantan ketua DPC 2 Periode Kris Matutina, “Saya mau katakan bahwa penenentuan nomor urut hari ini bukan segala-galanya. Semua caleg akan bekerja dari nol sebelum pada akhirnya KPU memutuskan siapa yang ditetapakan jadi anggota DPRD Kota”. (Red: porosntt.com tanggal 8 Juli 2018).

Sungguh tragis dan lucunya pernyataan seorang Ketua DPC Demokrat, Herry Kadja Dahi plink-plang hari kemarin berbeda dengan hari ini. “kami tidak akomodir caleg yang bukan kader kalau orang luar yang hanya mendaftar dan dibuatkan KTA saja maka putusan yang saya buat sudah final”, kata Herry Kadja (Red: nttterkini.com tanggal 12 September 2018).

Baca Juga :  KONDISI KELUARGA INDONESIA MASIH BELUM IDEAL

Pernyataan ini seharusnya sudah diutarakan dari awal saat penjaringan bacaleg yang dilakukan oleh tim penjaringan. Karena terbukti bahwa Sinyo sudah diterima dan bahkan sudah sampai pada tahapan caleg yang sudah diplenokan dan diumumkan sendiri oleh Ketua DPC Demokrat bahwa caleg cadanganlah yang akan diakomodir  jika para caleg yang masuk DCS tidak memenuhi apa yang diisyaratkan oleh KPU.

Dan terbukti bahwa yang tidak memenuhi apa yang diisyaratkan oleh KPU (TMS) adalah Herry Kadja Dahi sendiri. “Itulah faktanya bahwa sendiri yang mengucapkan sendiri juga yang melanggar”, tegas Sinyo. (Tim)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment