Bersama Melawan Kabar Bohong dan Ujaran Kebencian untuk Indonesia Damai

Dibaca 124 kali

NTT (faktahukumntt.com), Konferensi Anak Muda; “Kabar Bohong atau Ujaran Kebencian Tidak Keren!: Anak Muda Bersama Melawan Kabar Bohong dan Ujaran Kebencian untuk Indonesia Damai”. Hal ini disampaikan oleh pihak penyelenggara, Haris Oematan (Ketua  Umum Relawan CIS Timor) kepada awak media di Hotel Neo Aston (11/12/18)

Dijelaskan bahwa Pasca konflik Timor Leste-Indonesia tahun 1999, CIS Timor sebagai salah satu lembaga non-profit di Kupang (Nusa Tenggara Timur), fokus bekerja dan mengawal peulihan masyarakat baik dari sisi pangan, sandang, papan, dan moril. Sejak saat itu CIS Timor fokus bekerja dalam pencegahan dan resolusi konflik sosial. Hingga di tahun 2011, dengan menyasar orang muda sebagai investasi terbaik mencegah konflik sosial, terbentuklah KOMPAK (Komunitas Peacemaker Kupang) yang hingga hari ini berjuang untuk memperngaruhi opini masyarakat dan pemerintah dalam merawat keberagaman dan menolak radikalisme.

“Mengapa penting menjaga perdamaian?, Pertama, karena pada dasarnya tanpa perdamaian masyarakat tidak dapat berkarya dan hidup tenteram, yang kedua karena bangsa Indonesia merdeka atas dasar budaya dan agama yang berbeda”, sebut Haris

Sejak 2013, CIS Timor dan KOMPAK mendapatkan dukungan dari Oxfam dan kementrian Sosial RI dalam program pememberdayaan dan pengorganisasian kelompok anak muda untuk pembangunan perdamaian dan persatuan Indonesia. Oxfam adalah sebuah organisasi kemanusiaan yang berada di 20 negara dan bekerja di hampir 100 negara di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia. Visi Oxfam adlaha “Dunia yang adil tanpa kemiskinan”. Di Indonesia, Oxfam bekerja di wilayah bagian Timur Indonesia, salah satunya di wilayah NTB, bersama beberapa mitra organisasi masyarakat sipil/lembaga swadaya masyarakat lokal.

Haris mengatakan bahwa menjelang moment-moment besar politik, seperti Pemilihan Kepala Daerah dan Presiden, CIS Timor dan KOMPAK khawatir perdamaian di Indonesia terancam dengan beredarnya secara luas kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang menyangkutpautkan identitas agama, suku, kelas sosial, gender, dan lain-lain, baik di media konvensional maupun media sosial. Jika tidak ditangani dengan tepat, opini-opini yang tidak kredibel ini potensial memecah belah keutuhan dan persatuan sosial dalam masyarakat. Di sini peran masyarakat, terutama anak muda sebagai generasi yang dinamis dan akrab dengan teknologi informasi terkini, menjadi penting untuk menjaga supaya kabar bohong dan ujaran kebencian tidak beredar luas dan memecah belah masyarakat.

Baca Juga :  Presidium Kompak Minta KPK Kawal MK Cegah Korupsi Kasus Cakada 2020

“Dalam dua hari ke depan (11-12 Desember 2018), CIS Timor dan KOMPAK, dengan dukunga Oxfam dan Kementrian Sosial RI akan melaksanakan konferensi anak muda “Kabar bohong dan ujaran kebencian tidak keren untuk Indonesia Damai” yang akan berfokus pada peran anak muda dalam menyebarkan kabar dan berita positif untuk mendukung perdamaian Indonesia, serta tidak muda terhasut kabar bohong dan ujaran kebencian yang berpotensi memcah belah persatuan bangsa”, terang Haris.

Konferensi Anak Muda akan menghadirkan 3 tema Diskusi Panel tentang Dinamika Pembangunan, Restorasi Sosial, dan Pluralisme di Nusa Tenggara” dengan narasumbernya Gubernur NTT atau yang mewakili, Pater Gregorius Neonbasu, Pendeta Dr. Ira Mangililo dan Zarniel Woleka yang akan dipandu oleh Juliana Ndolu sebagai Moderator.  Kedua, Peran Anak Muda dalam Menghentikan Penyebarluasan Kabar Bohong dan Ujaran Kebencian. Narasumber yang akan diundang yakni Dr. TGB. Muahammad Zainul Majdi, LC, MA (Tuan Gurui Bajang), Dion D. B. Putra (Pos Kupang), Perwakilan Polda NTT, Anjulin Kamlasi (BEM FKIP UNDANA/KOMPAK), dan Widiya Suci (AKAPELA NTB) yang dipandu oleh Anna Djukana

Baca Juga :  Pasangan Calon Gibran - Diah Warih Dinilai Kandidat Kuat Menangkan Pilwali Solo 2020

Selain itu, disediakan kesempatan diskusi kelompok anak Muda tentang Kondisi Daerah dan Kerja-kerja Komunitas untuk Mencegah Kabar Bohong dan Ujaran Kebencian melalui lomba Esai, Poster, Pentas Seni Anak Muda serta Outbond untuk mempererat kerja tim kelompok anak muda.

Peserta yang akan hadir dalam kegiatan ini yakni perwakilan anak muda dari Provinsi Nusa Tengga Timur, Nusa Tenggara Barat, Provoinsi Aceh dan Daerah Istimewah Yogyakarta.(Mariani)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment