Flores – NTT dimata Wakil Ketua MPR-RI, Jazilul Fawaid.

Dibaca 330 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Jazilul Fawaid, SQ, Ma  melakukan kunjungan Kerja (Kunker) pertamanya ditahun 2020 ditanah Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam kunjungan kerjanya Jazilul Fawaid didampingi anggotanya yang juga merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) , Daerah pemilihan NTT 1, komisi III yang membidangi Hukum dan Keamanan, Dipo Nusantara Pua Upa.

Ketika mengunjungi tanah Flores – NTT, Jazilul Fawaid mempunyai kesan tersendiri terhadap tatanan kehidupan masyarakat Flores – NTT.

“Menurut saya salah satu kekuatan dasar orang Flores adalah mampu menjadikan keberagamaan sebagai kekuatan” Ungkap Jazilul Fawaid, SQ,Ma pada, Rabu, (29/07/2020) Malam ketika menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR-RI di Aula Hotel Pepita – Danga, Kecamatan Aesesa, kabupaten Nagekeo. 

Sosialisasi 4 pilar MPR-RI yang di selenggarakan di aula Hotel Pepita- Mbay,  mengusung tema Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, UUD tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR RI,  NKRI sebagai bentuk negara dan Bineka tunggal ika sebagai semboyan negara.

Kegiatan ini juga dihadiri  Bupati Nagekeo, sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), para pejabat, tokoh muda dan tokoh politik di kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  Besok, Wakil Ketua MPR-RI dan DPR-RI Fraksi PKB Kunjungi Kabupaten Nagekeo.

Dalam sosialisasi tersebut,  Jazilul Fawaid mengemukakan bahwa Ia sangat yakin Eksistensi pancasila dan nilai-nilai 4 pilar MPR-RI yang Ia sosialisasikan telah berurat akar dalam kehidupan praktis Masyarakat Flores sejak dahulu kala, pasalnya  Keberagaman tidak menjadi soal  dan  sekat yang memisahkan satu dengan yang lainya dalam tatanan kehidupan masyarakat Flores.

“Saya melihat bahwa Nusa Tenggara khususnya Flores ini, 4 pilar yang akan saya sosialisasikan ini sudah dijalankan dengan baik, bukan hanya didiskusikan tetapi menjadi praktek kehidupan yang ada disini sehingga keragaman budaya, keragaman adat istiadat, keragaman agama, Perbedaan status, apapun asal usulnya itu tidak menjadikan gep, atau menjadi pertengkaran tetapi justru menjadi saling menguatkan, saya senang sekali ” ujarnya Jazilul.

Sebagai Anggota muslim dari Nadutur Ulama (NU) Ia memiliki pandangan tersendiri terhadap 4 pilar MPR-RI untuk mempermudah dirinya dalam mengejawantahkan tenta Nilai – Nilai 4 Pilar MPR-RI  tersebut.

Baca Juga :  Dukung Kapolri Rekrut Novel Baswedan Dkk, Ini Penjelasan Ketum Partai UKM Indonesia

“4 pilar kalau di kita anggota NU, Itu PBNU biar simple, saya mengatakan tugas saya adalah menanamkan, menguatkan dan membesarkan PBNU. P itu Pancasila, B itu Bineka tunggal ika, N itu NKRI dan U itu undangan-undang dasar 1945, PBNU Itu dibuat bukan karena ada NU, Tapi kebetulan saja NU, Memang NU selalu pas Untuk Nusantara” Imbuhnya.

Menurutnya, Negara kesatuan Republik Indonesia akan semakin kuat jika PBNU (Pancasila, Bineka tunggal ika, NKRI dan Undang- Undang Dasar 1945 ) kuat, demikian juga dengan tanah Flores PBNU Juga mesti kuat, jika tidak semuanya akan tercerai berai.

Baca Juga :  Luar biasa.! BPK Nyatakan Laporan Keuangan  Partai Demokrat Kabupaten Kupang Predikat Sesuai Aturan

Beliau juga menerangkan bahwa Negara Indoensia kini menjadi pusat studi Toleransi bagi negara-negara islam di dunia kerena Indonesia mampu hidup berdampingan ditengah perbedaan Suku, Ras dan Agama.

“Di Indonesia ini agama-agama boleh beda-beda tapi hidup berdampingan, damai, ini menjadi rujukan bagi negara-negarah Islam di dunia maupun negara lain, dimana kita ada 17 ribu pulau agama yang berbeda, apalagi adat istiadat. Jadi kekayaan adat istiadat, agama dan budaya dan bahasa itu menjadi berkat untuk indoensia” Demikian Ujar Wakil Ketua MPR-RI Jazilul Fawaid yang dikutip Faktahukumntt.com dalam kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR-RI di Aula Hotel Pepita – Mbay. (PFB)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment