Mengenal Sosok Alfons Loemau CALON ANGGOTA DPR RI PARTAI GOLKAR 2019-2024 DAPIL (SUMBA, TIMOR, ROTE, SABU)

Dibaca 578 kali

“Jangan pernah mengeluh atas apapun yang terjadi dari satu keputusan yang telah diambil jika diyakini keputusan itu memang benar.”

NTT (faktahukumntt.com), Alfons Loemau dilahirkan di Atambua, perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste. Masa kecilnya hidup dalam situasi   yang mencekam. Operasi Anti Komunis oleh militer di tanah kelahirannya begitu membekas di masa kanak-kanaknya. Banyak tetangga kanan-kiri yang tidak jelas keterlibatannya pada partai terlarang kemudian ditemukan tewas tanpa kepala. Bahkan ayah Alfons  sendiri pernah diculik oleh militer saat itu. Penculikan itu terkait dengan desas-desus  yang menyebutkan ayahnya menjadi penggerak berdirinya kabupaten baru. Penangkapan ini dilakkukan setelah ada aparat yang mengawasi ayahnya dengan ikut bertani. Rupanya penangkapan tersebut karena adanya kesalahpahaman di antara aparat sendiri. Belakangan pria kelahiran 26 Januari 1951 itu mengetahui bahwa ayahnya adalah sel dari Komando Tertinggi Intelijen (Koti) di Atambua yang pro Indonesia. Sebagai sel Koti, ayahnya memiliki tugas membangun jembatan dan sarana jalan yang kemudian digunakan oleh tentara ketika bergerak ke Timor-Timur. Sebagai sel Koti, ayahnya juga bekerja untuk perusahaan pelayaran nasional (Pelni). Akhirnya ayahnya dilepas dan kembali ke keluarga. Namun kisah horor seputar penangkapan ayahnya itu telah memotivasi Alfons Loemau menjadi polisi. Ada satu pertanyaan yang selalu menggelitik pikirannya. “Bagaimana  aparat negara dapat sekejam itu terhadap orang-orang yang belum jelas kesalahannya?” Setamat Sekolah Teknik Menengah di Solo, Alfons Loemau diterima sebagai Taruna AKABRI Kepolisian. Alfons Loemau menyelesaikan pendidikan AKABRI Kepolisian pada Tahun 1974 di Sukabumi. Alfons Loemau mengawali karir sebagai perwira muda polisi di Kabupaten Ende Flores Nusa Tenggara Timur. Dari Ende, Alfons pindah dan dipercaya sebagai Kepala Bagian Bimmas Polwil Timor-Timur pada tahun 1979. Selesai tugas di Timor-Timur, Alfons Loemau kemudian pindah ke Jakarta. Ia  berkesempatan melanjutkan pendidikan sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan XVII pada tahun 1980, Setamat PTIK, Alfons Loemau menjabat sebagai perwira Staf Perencanaan dan Penelitian pada Satuan Utama Satwa Komando Samapta Polri. Selama menyelesaikan skripsi, Alfons Loemau mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Harsya Bachtiar sosiolog terkemuka dan guru besar Universitas Indonesia yang juga mengajar dan menjadi dekan PTIK. Alfons Loemau sangat menekuni bidang limu yang ia geluti kemana pun ia pergi selalu saja  membawa kamus tebal karangan Hasan Sadely. Bahkan Untuk keperluan skripsinya, Alfons Loemau harus menerjemahkan istilah dan terminologi kepolisian dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Setelah menyelesaikan studinya Alfons di kesatuan Satwa, Alfons Loemau kemudian mendapat posisi sebagai Komandan Patroli kota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya. Di tempat ini, Alfons Loemau di kenal tidak pandang bulu menghadapi penjahat jalanan. Bahkan Alfons Loemau pernah membuat jera para pembalap jalanan yang menguasai jalan protokol Jakarta di malam hari dengan aksi kebut-kebutan. Ternyata semua  pelakunya anak pejabat tinggi di negeri ini. Sukses di Patroli Kota, Alfons Loemau mendapat “hadiah” menjadi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek Menteng) pada tahun 1987 dan setahun kemudian menjabat sebagai Kepala Pusat Komando Pengendali Operasi (Kapus Kodalops) Polres Jakarta Selatan. Dari Polres Jakarta Selatan Alfons Loemau terlempar ke lembaga pendidikan. Ia menjadi dosen PTIK mulai tahun 1988. Alfons Loemau beruntung dapat mengenyam pendidikan setara Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) di Jepang. Program yang ia ikuti adalah The 3rd Advanced Course for Senior Police Administrator pada International Research and Training Institute for Criminal Investigation  Akademi Kepolisian Jepang  di Tokyo selama hampir enam bulan pada tahun 1991. Berbekal penugasan di luar negeri inilah Alfons Loemau kemudian mendapat kepercayaan menjadi anggota Security  Officer di berbagai acara internasional di Jakarta. Misalnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non Blok dan KTT APEC pada tahun 1992. Diploma of Security Management, di Edith Cowan University Perth–Australia tahun 1998. Pendidikan Kejuruan Perwira Senior Reserse Polri Angkatan VI, di Megamendung tahun 1999-2000. T.O.T Inte lectual Property Right, Australia Specialized Training Project, di Jakarta tahun 2000. Alfons Loemau melanjutkan pendidikan formalnya di Universitas Indonesia-Jakarta tahun 1995 dan meraih gelar Magister (S2) Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan, “Teknik Penyidikan Tindak Pidana Pencemaran dan Perusakan Lingkungan”.  Graduate Diploma of Business Edith Cowan University, Perth- Western Australia tahun 1998. Master of Business Notre Dame University, Perth- Western Australia tahun 1999. Program Doktoral Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan – Manajemen Sumber Daya Alam, “Strategi Pengelolaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara Secara Berkelanjutan di Indonesia”(Sinkronisasi Peraturan Perundang-undangan dalam Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara), Universitas Indonesia-Jakarta tahun 2016. Program Doktoral Ilmu Kepolisian – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 2017 “Aktualisasi Profesionalisme Penyidik Polri dalam Bidang Tindak Pidana Korupsi (Studi Kasus Korupsi Pencetakan Sawah di Kalimantan Barat)” Sedangkan Pendidikan nonformalpun Alfons Loemau tak ketinggalan. Ia mengikuti Kursus-Kursus antara lain; Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Kongres Advokat Indonesia (KAI) tahun 2011. Pelatihan sebagai Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 1997 Kursus Bahasa Inggris di British Council tahun 1989. Pengalaman Penugasan kepolisian Pengalaman Penugasan kepolisian menjadi pengalaman berharga di dalam dunia penegakkan hukum di Indonesia. Pada tanggal 27 September 2002  Analis Kelompok Kerja di Laboratorium Forensik Korserse Polri, berdasarkan Surat Perintah No. Pol.: Sprin/303/IX/2002/Korserse. Koordinator dan Pengawas penyidikan penanganan kasus pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Reserse Polri No.Pol:Sprin/320/X/2002/ Korserse tanggal 16 Oktober 2002. Pejabat yang diperbantukan Kepala Biro Strategi Keamanan Sekjen berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia No.Pol:Sprin/1853/IX/2001 tanggal 17 September 2001.  Ketua Tim III Satgas Penyidikan Kasus Buloggate dan Bruneigate, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Reserse Polri No.Pol:Sprin/37/II/2001/Korserse tanggal 13 Februari 2001. Tim Khusus Penyidikan Perkara Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto, berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia No.Pol:Sprin/4253/XI/2000 tanggal 28 November 2000 Ketua Tim back up penyidikan kasus pembunuhan staff UNHCR PBB di Atambua, Timor Barat, NTT September 2000, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Serse Polri No.Pol:Sprin/338K/IX/2000/Korserse tanggal 9 September 2000. Pada tahun yang sama Alfons dipercaya sebagai Ketua Tim Tindakan Penyelidikan dan Penyidikan dalam rangka penanganan kasus Balongan, berdasarkan Surat Perintah Kepala Komando Reserse Polri NO.POL:SPRIN/332/IX/ 2000/ Korserse 6 September 2000. Tim Supervisi Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Tertentu bidang tenaga kerja, keimigrasian, pendidikan dan kebudayaaan, perhubungan dan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan Surat Perintah Direktur Pidana Tertentu No.Pol:Sprin Gas/06/VIII/2000/Pidter tanggal 10 Agustus 2000. Penyidik Polri dalam Kecelakaan Pesawat SILK AIR Boeing 737 di Singapore, berdasarkan Surat Perintah Kapolri No.Pol:Sprin/3453/IX/1999.     Wakil Kepala Subdit Kesejahteraan Rakyat Komando Reserse Polri, berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol.:Skep/1249/X/1999 22 Oktober 1999. Wakil Direktur Reserse Tindak Pidana Tertentu dan Koordinator Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Komando Reserse Mabes Polri berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol: Skep/768/VII/1999 tanggal 16 Juli 1999. Pada tahun 1986 – 1988Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polisi Resort Metro Jakarta Selatan. Ketua Tim Pengamanan TKP dalam kasus Teror Peledakan Roket di Kedutaan Jepang dari Hotel Presiden – Jakarta, oleh Tsutomu Shirosaki tahun 1986 (Pelaku ditangkap dan dihukum di Amerika Serikat).  Ketua Tim Penyidikan kasus Meninggalnya Warga Negara Inggris – Michael Mayburi (Expert PT Cargill Indonesia) yang terjatuh dari Top Floor Hotel Mandarin–Jakarta tahun 1985. Ketua Tim Penyidikan dalam Kasus Pembunuhan Soelini Muljatno di Menteng Jakarta Pusat tahun 1984. Kepala Polisi Sektor Metro Menteng - Jakarta Pusat tahun 1984. Komandan unit K9 Kelapa Dua – Brimob Polri tahun 1982 – 1984 dan Komandan Seksi Reskrim Polres Ende – Flores tahun 1975 – 1979. Penugasan Sebagai Pengajar. Pria Kelahiran Atambua ini juga punya pengalaman penugasan sebagai Pengajar.    Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Keimigrasian pada Akademi Imigrasi. Tim Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Tertentu (Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang) pada STIK – PTIK sejak tahun 2015 - Saat ini. Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Tertentu pada Universitas Bung Karno tahun 2014 – 2015. Pengajar Mata Kuliah Tindak Pidana Tertentu di Dalam KUHP pada Universitas Bung Karno tahun 2014 – 2015. Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana pada Universitas Bung Karno tahun 2013- 2014. Tim Pengajar Mata Kuliah Konflik Sosial di Program Sarjana Strata Satu Ilmu Kepolisian Mahasiswa STIK-PTIK Tahun Ajaran 2011-2013. Dosen Pengajar Mata Kuliah Kejahatan Kontemporer dan Tindak Pidana Tertentu di STIK-PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/04/I/2004 tanggal 2 Januari 2004. Dosen Pengajar Mata Kuliah Perkembangan Kejahatan di PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/06/I/2003 tanggal 31 Januari 2003. Dosen Pengajar Mata Kuliah Perkembangan Kejahatan (Kontemporer) di PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/ 32/XII/2002 tanggal 31 Desember 2002. Lektor Kepala dalam Mata Kuliah Hukum Pidana Khusus dan Kriminologi di Universitas Bhayangkara berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 13613/A2.III.I/KP/2002. Dosen Pengajar Hukum Pidana di Universitas Bhayangkara – Jakarta tahun 2001. Pembimbing dan Pengawas bagi peserta program S-1 Kriminologi bagi Anggota Polri dalam pelaksanaan pendidikan di FISIP UI Jakarta, berdasarkan Surat Perintah No.Pol.:Sprin/2222/VIII/2000 tanggal 9 Agustus 2000. Dan pada tanggal 25 Mei 1992 sebagai Dosen PTIK mata kuliah Hukum Pidana Khusus di PTIK, berdasarkan Surat Keputusan No.Pol.:Skep/05/V/1992. Penelitian Ilmiah / Kepolisian. Alfons Loemau tidak pernah diam jika ini terkait dengan pengembangan ilmuh pengetahuan sehingga beliau melakukan banyak penelitian ilmiah. Penelitian tentang, “Strategi Pengelolaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara Secara Berkelanjutan di Indonesia” (Sinkronisasi Peraturan Perundang-undangan dalam Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara). Program Doktoral Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan – Manajemen Sumber Daya Alam Universitas Indonesia-Jakarta (Proposal Disertasi UI – 2014). Dampak Konglomerasi terhadap Ketahanan Perekonomian Negara (Proposal ECU 1997/1998, Perth) Thesis ECU untuk mata pelajaran Environment of Business. “Pengembangan Farm Tourism untuk daerah semi arid (NTT) di kawasan Indonesia Timur sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan”. Thesis ECU 1997 untuk mata pelajaran Market Segmentation and Analysis. Peneliti dalam Penelitian tentang “Profesionalisme Penyidik Polri dalam Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Lingkungan Hidup” (Proyek Unggulan Nasional Riset dan Teknologi 1996/ 1997). Peneliti dalam “Penanggulangan Kejahatan dengan Kekerasan di Kota-kota Besar Indonesia” (PUNAS RISTEK 1996). Penelitian tentang “ Teknik Penyidikan Polri dalam Tindak Pidana Pencemaran dan Perusakan Lingkungan di Indonesia” (Tesis UI – 1995). Peneliti dalam Penelitian tentang “ Hubungan Tata Kerja antar Instansional dalam Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Indonesia” (Dinas Penelitian Polri 1995). Peneliti dalam Penelitian tentang “Efektifitas Patroli Polisi Jalan Kaki di Komando Sektor Kepolisian pada Jajaran Polda Metro Jaya” (Dinas Penelitian Polri 1995). Peneliti dalam “Spektrum Gangguan Keamanan akibat Pergeseran Pemanfaatan Lahan Pertanian menjadi Lahan Industri dalam Masyarakat Pedesaan se-Jabotabek” (UI -1994). Kegiatan Seminar Ilmiah Di tengah kesibukannya sebagia Pengajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Alfons juga ikut serta dalam kegiatan seminar ilmiah. Tahun 2000 beliau sebagai Tim Perumus Pembentukan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (Departemen Kehakiman – Polri). Mewakili Kepolisian RI dalam Seminar Anti Corruption Workshop 15-16 Mei 2000 di Sydney dan Canberra-Australia berdasarkan Surat Perintah Kapolri No.Pol: Sprin/1442/V/2000 tanggal 11 Mei 2000, dan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor:Skep/327/V/2000. Sekretariat Seminar Internasional Penegakan Hukum di Bidang HAKI yang diselenggarakan oleh Korserse Polri, berdasarkan Surat Perintah Direktur Tindak Pidana Tertentu No.Pl:Sprin/5/III/2000/Pidter tanggal 29 Maret 2000. Ia juga mengikuti kegiatan Lokakarya Nasional “Riset dan Teknologi VI / 1996”, BPPT 11 – 14 Desember 1996 sebagai peserta. Selain itu, Alfons aktif dalam mengikuti kegiatan seminar ilmiah sebagai Peserta Dalam Seminar Nasional “Perlindungan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Yuridis dan Kriminologis”, UI – Jakarta tanggal 16 Oktober 1996. Peserta Lokakarya Nasional tentang “Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia”, USU – Medan 23 Juli 1998. Team Perumus dalam Lokakarya Nasional tentang “Upaya Penyamaan Persepsi, Kesadaran dan Pentaatan Terhadap Masalah Lingkungan Hidup” UNAIR – CIDES, Surabaya tanggal 17 – 19 Januari 1996. Peserta dalam Seminar Nasional “Menyongsong diberlakukannya UU No. 14 tahun 1992 tentang UULLAJ”, Jakarta tanggal 27 Juli 1992. Peserta Joint Seminar Indonesia – Jepang dalam (“Prevention of Crime and The Treatment of Offenders”), Jakarta tahun 1992. Peserta Seminar dan Lokakarya “Upaya Polri Dalam Pembinaan Masyarakat Desa Untuk Mewujudkan Desa Sebagai Basis Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Universitas Langlang Buana – Bandung tanggal 16 April 1992. Tanggal 14 – 16 September 1992 ia masuk dalam Team Perumus Seminar Polri tentang “Pola Pembinaan dan Pengembangan Sistem Keamanan Ketertiban Masyarakat Swakarsa” Jakarta.  Team Perumus dalam Seminar “Pengkajian Penjahat Kambuhan dan Pembinaannya” Jakarta tanggal 15 Januari 1992. Team Perumus dalam Seminar Polri tentang “Konsepsi Strategi Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua Aspek Sosial Budaya” Jakarta tanggal 8 Maret 1991 Pengalaman Sebagai Ahli. Pengaman sebagai Ahli dalam bidang hukum menjadikan Alfon Loemau sebagai Pribadi yang  sangat memahami betul soal rasa keadilan bagi pencari keadilan. Hal itu telah ia lewati dalam perjalan hidupnya, diantaranya Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Korupsi an. Sdr. Waryono Karno (Mantan Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM) di Pengadilan Tipikor - Jakarta tanggal 2015. Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Penganiayaan an. Sdr. Brigadir Rudi Soik di Pengadilan Negeri Kupang tanggal 2014. Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Penyalahgunaan Narkotika an. Sdr. Susandi Sukatma alias Aan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 2010.   Tim Pengacara Kepolisian Negara RI Cq. Korps Reserse Polri Direktorat Reserse Ekonomi, dalam Gugatan Pra Peradilan perkara Tindak Pidana Perbankan dengan Tersangka Hendra Raharja (Putusan Kasasi menjadi Yurisprudensi Makhamah Agung). Tim Kuasa Hukum Negara RI dalam Sidang Ekstradisi Tersangka Hendra Rahardja di Supreme Court, Sydney –Australia tanggal 2000. Pengalaman Sebagai Konsultan Hukum. Ada banyak PT yang meminta beliau Sebagai Konsultan Hukum. Adapun PT dimana Alfons Loemau dipercaya sebagai Konsultan Hukum yaitu PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Sentra Sari, Sebagai Konsultan Hukum pada PT Sang Hyang Seri (Persero), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Draegerindo Jaya (Anak Perusahaan dari Draeger AG. – Jerman), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Asyx Indonesia (Anak Perusahaan dari Asyx International BV – Belanda). Sebagai Konsultan Hukum pada PT Iligals Sumber Sejahtera (Hotel & Club). Sebagai Konsultan Hukum pada PT Duta Pertiwi, Tbk., Sebagai Konsultan Hukum pada Terbit PTE LTD. Sebagai Konsultan Hukum pada PT. Lotte Mart Indonesia & PT. Lotte Shopping Indonesia dan Sebagai Konsultan Hukum pada PT. Interkayu Nusantara. (Tim FHI) .....Bersambung...

“Jangan pernah mengeluh atas apapun yang terjadi dari satu keputusan yang telah diambil jika diyakini keputusan itu memang benar.”

NTT (faktahukumntt.com), Alfons Loemau dilahirkan di Atambua, perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste. Masa kecilnya hidup dalam situasi   yang mencekam. Operasi Anti Komunis oleh militer di tanah kelahirannya begitu membekas di masa kanak-kanaknya. Banyak tetangga kanan-kiri yang tidak jelas keterlibatannya pada partai terlarang kemudian ditemukan tewas tanpa kepala. Bahkan ayah Alfons  sendiri pernah diculik oleh militer saat itu. Penculikan itu terkait dengan desas-desus  yang menyebutkan ayahnya menjadi penggerak berdirinya kabupaten baru. Penangkapan ini dilakkukan setelah ada aparat yang mengawasi ayahnya dengan ikut bertani. Rupanya penangkapan tersebut karena adanya kesalahpahaman di antara aparat sendiri. Belakangan pria kelahiran 26 Januari 1951 itu mengetahui bahwa ayahnya adalah sel dari Komando Tertinggi Intelijen (Koti) di Atambua yang pro Indonesia.

Sebagai sel Koti, ayahnya memiliki tugas membangun jembatan dan sarana jalan yang kemudian digunakan oleh tentara ketika bergerak ke Timor-Timur. Sebagai sel Koti, ayahnya juga bekerja untuk perusahaan pelayaran nasional (Pelni). Akhirnya ayahnya dilepas dan kembali ke keluarga. Namun kisah horor seputar penangkapan ayahnya itu telah memotivasi Alfons Loemau menjadi polisi. Ada satu pertanyaan yang selalu menggelitik pikirannya. “Bagaimana  aparat negara dapat sekejam itu terhadap orang-orang yang belum jelas kesalahannya?”

Setamat Sekolah Teknik Menengah di Solo, Alfons Loemau diterima sebagai Taruna AKABRI Kepolisian. Alfons Loemau menyelesaikan pendidikan AKABRI Kepolisian pada Tahun 1974 di Sukabumi. Alfons Loemau mengawali karir sebagai perwira muda polisi di Kabupaten Ende Flores Nusa Tenggara Timur. Dari Ende, Alfons pindah dan dipercaya sebagai Kepala Bagian Bimmas Polwil Timor-Timur pada tahun 1979. Selesai tugas di Timor-Timur, Alfons Loemau kemudian pindah ke Jakarta. Ia  berkesempatan melanjutkan pendidikan sarjana di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Angkatan XVII pada tahun 1980, Setamat PTIK, Alfons Loemau menjabat sebagai perwira Staf Perencanaan dan Penelitian pada Satuan Utama Satwa Komando Samapta Polri.

Selama menyelesaikan skripsi, Alfons Loemau mendapat bimbingan dari Prof. Dr. Harsya Bachtiar sosiolog terkemuka dan guru besar Universitas Indonesia yang juga mengajar dan menjadi dekan PTIK. Alfons Loemau sangat menekuni bidang limu yang ia geluti kemana pun ia pergi selalu saja  membawa kamus tebal karangan Hasan Sadely. Bahkan Untuk keperluan skripsinya, Alfons Loemau harus menerjemahkan istilah dan terminologi kepolisian dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Setelah menyelesaikan studinya Alfons di kesatuan Satwa, Alfons Loemau kemudian mendapat posisi sebagai Komandan Patroli kota Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya. Di tempat ini, Alfons Loemau di kenal tidak pandang bulu menghadapi penjahat jalanan. Bahkan Alfons Loemau pernah membuat jera para pembalap jalanan yang menguasai jalan protokol Jakarta di malam hari dengan aksi kebut-kebutan. Ternyata semua  pelakunya anak pejabat tinggi di negeri ini.

Sukses di Patroli Kota, Alfons Loemau mendapat “hadiah” menjadi Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek Menteng) pada tahun 1987 dan setahun kemudian menjabat sebagai Kepala Pusat Komando Pengendali Operasi (Kapus Kodalops) Polres Jakarta Selatan. Dari Polres Jakarta Selatan Alfons Loemau terlempar ke lembaga pendidikan. Ia menjadi dosen PTIK mulai tahun 1988.

Alfons Loemau beruntung dapat mengenyam pendidikan setara Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) di Jepang. Program yang ia ikuti adalah The 3rd Advanced Course for Senior Police Administrator pada International Research and Training Institute for Criminal Investigation  Akademi Kepolisian Jepang  di Tokyo selama hampir enam bulan pada tahun 1991. Berbekal penugasan di luar negeri inilah Alfons Loemau kemudian mendapat kepercayaan menjadi anggota Security  Officer di berbagai acara internasional di Jakarta. Misalnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non Blok dan KTT APEC pada tahun 1992. Diploma of Security Management, di Edith Cowan University Perth–Australia tahun 1998. Pendidikan Kejuruan Perwira Senior Reserse Polri Angkatan VI, di Megamendung tahun 1999-2000. T.O.T Inte lectual Property Right, Australia Specialized Training Project, di Jakarta tahun 2000.

Baca Juga :  Rapimda Partai Demokrat NTT Bahas Daftar Caleg Hingga Rekomendasi Kampanyekan AHY Sebagai Calon Presiden

Alfons Loemau melanjutkan pendidikan formalnya di Universitas Indonesia-Jakarta tahun 1995 dan meraih gelar Magister (S2) Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan, “Teknik Penyidikan Tindak Pidana Pencemaran dan Perusakan Lingkungan”.  Graduate Diploma of Business Edith Cowan University, Perth- Western Australia tahun 1998. Master of Business Notre Dame University, Perth- Western Australia tahun 1999. Program Doktoral Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan – Manajemen Sumber Daya Alam, “Strategi Pengelolaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara Secara Berkelanjutan di Indonesia”(Sinkronisasi Peraturan Perundang-undangan dalam Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara), Universitas Indonesia-Jakarta tahun 2016. Program Doktoral Ilmu Kepolisian – Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 2017 “Aktualisasi Profesionalisme Penyidik Polri dalam Bidang Tindak Pidana Korupsi (Studi Kasus Korupsi Pencetakan Sawah di Kalimantan Barat)”

Sedangkan Pendidikan nonformalpun Alfons Loemau tak ketinggalan. Ia mengikuti Kursus-Kursus antara lain; Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Kongres Advokat Indonesia (KAI) tahun 2011. Pelatihan sebagai Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 1997 Kursus Bahasa Inggris di British Council tahun 1989.

Pengalaman Penugasan kepolisian

Pengalaman Penugasan kepolisian menjadi pengalaman berharga di dalam dunia penegakkan hukum di Indonesia. Pada tanggal 27 September 2002  Analis Kelompok Kerja di Laboratorium Forensik Korserse Polri, berdasarkan Surat Perintah No. Pol.: Sprin/303/IX/2002/Korserse. Koordinator dan Pengawas penyidikan penanganan kasus pencemaran dan perusakan lingkungan hidup, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Reserse Polri No.Pol:Sprin/320/X/2002/ Korserse tanggal 16 Oktober 2002. Pejabat yang diperbantukan Kepala Biro Strategi Keamanan Sekjen berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia No.Pol:Sprin/1853/IX/2001 tanggal 17 September 2001.  Ketua Tim III Satgas Penyidikan Kasus Buloggate dan Bruneigate, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Reserse Polri No.Pol:Sprin/37/II/2001/Korserse tanggal 13 Februari 2001. Tim Khusus Penyidikan Perkara Hutomo Mandala Putera alias Tommy Soeharto, berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia No.Pol:Sprin/4253/XI/2000 tanggal 28 November 2000 Ketua Tim back up penyidikan kasus pembunuhan staff UNHCR PBB di Atambua, Timor Barat, NTT September 2000, berdasarkan Surat Perintah Kepala Korps Serse Polri No.Pol:Sprin/338K/IX/2000/Korserse tanggal 9 September 2000.

Pada tahun yang sama Alfons dipercaya sebagai Ketua Tim Tindakan Penyelidikan dan Penyidikan dalam rangka penanganan kasus Balongan, berdasarkan Surat Perintah Kepala Komando Reserse Polri NO.POL:SPRIN/332/IX/ 2000/ Korserse 6 September 2000. Tim Supervisi Kegiatan Penyidikan Tindak Pidana Tertentu bidang tenaga kerja, keimigrasian, pendidikan dan kebudayaaan, perhubungan dan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan Surat Perintah Direktur Pidana Tertentu No.Pol:Sprin Gas/06/VIII/2000/Pidter tanggal 10 Agustus 2000. Penyidik Polri dalam Kecelakaan Pesawat SILK AIR Boeing 737 di Singapore, berdasarkan Surat Perintah Kapolri No.Pol:Sprin/3453/IX/1999.     Wakil Kepala Subdit Kesejahteraan Rakyat Komando Reserse Polri, berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol.:Skep/1249/X/1999 22 Oktober 1999. Wakil Direktur Reserse Tindak Pidana Tertentu dan Koordinator Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Komando Reserse Mabes Polri berdasarkan Surat Keputusan Kapolri No.Pol: Skep/768/VII/1999 tanggal 16 Juli 1999.

Pada tahun 1986 – 1988Kepala Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polisi Resort Metro Jakarta Selatan. Ketua Tim Pengamanan TKP dalam kasus Teror Peledakan Roket di Kedutaan Jepang dari Hotel Presiden – Jakarta, oleh Tsutomu Shirosaki tahun 1986 (Pelaku ditangkap dan dihukum di Amerika Serikat).  Ketua Tim Penyidikan kasus Meninggalnya Warga Negara Inggris – Michael Mayburi (Expert PT Cargill Indonesia) yang terjatuh dari Top Floor Hotel Mandarin–Jakarta tahun 1985. Ketua Tim Penyidikan dalam Kasus Pembunuhan Soelini Muljatno di Menteng Jakarta Pusat tahun 1984. Kepala Polisi Sektor Metro Menteng – Jakarta Pusat tahun 1984. Komandan unit K9 Kelapa Dua – Brimob Polri tahun 1982 – 1984 dan Komandan Seksi Reskrim Polres Ende – Flores tahun 1975 – 1979.

Baca Juga :  Rumah Bagi Penyintas Bencana Di Oyang Barang Sudah Mulai Di Atap, Fernandez : Kesulitan Material Lokal

Penugasan Sebagai Pengajar.

Pria Kelahiran Atambua ini juga punya pengalaman penugasan sebagai Pengajar.    Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Keimigrasian pada Akademi Imigrasi. Tim Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Tertentu (Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang) pada STIK – PTIK sejak tahun 2015 – Saat ini. Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana Tertentu pada Universitas Bung Karno tahun 2014 – 2015. Pengajar Mata Kuliah Tindak Pidana Tertentu di Dalam KUHP pada Universitas Bung Karno tahun 2014 – 2015. Pengajar Mata Kuliah Hukum Pidana pada Universitas Bung Karno tahun 2013- 2014. Tim Pengajar Mata Kuliah Konflik Sosial di Program Sarjana Strata Satu Ilmu Kepolisian Mahasiswa STIK-PTIK Tahun Ajaran 2011-2013. Dosen Pengajar Mata Kuliah Kejahatan Kontemporer dan Tindak Pidana Tertentu di STIK-PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/04/I/2004 tanggal 2 Januari 2004.

Dosen Pengajar Mata Kuliah Perkembangan Kejahatan di PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/06/I/2003 tanggal 31 Januari 2003. Dosen Pengajar Mata Kuliah Perkembangan Kejahatan (Kontemporer) di PTIK berdasarkan Petikan Surat Keputusan Gubernur Sekolah Tinggi PTIK NO.POL:SKEP/ 32/XII/2002 tanggal 31 Desember 2002. Lektor Kepala dalam Mata Kuliah Hukum Pidana Khusus dan Kriminologi di Universitas Bhayangkara berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor: 13613/A2.III.I/KP/2002. Dosen Pengajar Hukum Pidana di Universitas Bhayangkara – Jakarta tahun 2001. Pembimbing dan Pengawas bagi peserta program S-1 Kriminologi bagi Anggota Polri dalam pelaksanaan pendidikan di FISIP UI Jakarta, berdasarkan Surat Perintah No.Pol.:Sprin/2222/VIII/2000 tanggal 9 Agustus 2000. Dan pada tanggal 25 Mei 1992 sebagai Dosen PTIK mata kuliah Hukum Pidana Khusus di PTIK, berdasarkan Surat Keputusan No.Pol.:Skep/05/V/1992.

Penelitian Ilmiah / Kepolisian.

Alfons Loemau tidak pernah diam jika ini terkait dengan pengembangan ilmuh pengetahuan sehingga beliau melakukan banyak penelitian ilmiah. Penelitian tentang, “Strategi Pengelolaan Kegiatan Pertambangan Mineral dan Batubara Secara Berkelanjutan di Indonesia” (Sinkronisasi Peraturan Perundang-undangan dalam Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara). Program Doktoral Bidang Studi Ilmu Lingkungan Jurusan Perencanaan Lingkungan – Manajemen Sumber Daya Alam Universitas Indonesia-Jakarta (Proposal Disertasi UI – 2014).

Dampak Konglomerasi terhadap Ketahanan Perekonomian Negara (Proposal ECU 1997/1998, Perth) Thesis ECU untuk mata pelajaran Environment of Business. “Pengembangan Farm Tourism untuk daerah semi arid (NTT) di kawasan Indonesia Timur sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan”. Thesis ECU 1997 untuk mata pelajaran Market Segmentation and Analysis. Peneliti dalam Penelitian tentang “Profesionalisme Penyidik Polri dalam Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Lingkungan Hidup” (Proyek Unggulan Nasional Riset dan Teknologi 1996/ 1997). Peneliti dalam “Penanggulangan Kejahatan dengan Kekerasan di Kota-kota Besar Indonesia” (PUNAS RISTEK 1996). Penelitian tentang “ Teknik Penyidikan Polri dalam Tindak Pidana Pencemaran dan Perusakan Lingkungan di Indonesia” (Tesis UI – 1995). Peneliti dalam Penelitian tentang “ Hubungan Tata Kerja antar Instansional dalam Pengawasan Tenaga Kerja Asing di Indonesia” (Dinas Penelitian Polri 1995). Peneliti dalam Penelitian tentang “Efektifitas Patroli Polisi Jalan Kaki di Komando Sektor Kepolisian pada Jajaran Polda Metro Jaya” (Dinas Penelitian Polri 1995). Peneliti dalam “Spektrum Gangguan Keamanan akibat Pergeseran Pemanfaatan Lahan Pertanian menjadi Lahan Industri dalam Masyarakat Pedesaan se-Jabotabek” (UI -1994).

Kegiatan Seminar Ilmiah

Di tengah kesibukannya sebagia Pengajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia Alfons juga ikut serta dalam kegiatan seminar ilmiah. Tahun 2000 beliau sebagai Tim Perumus Pembentukan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (Departemen Kehakiman – Polri). Mewakili Kepolisian RI dalam Seminar Anti Corruption Workshop 15-16 Mei 2000 di Sydney dan Canberra-Australia berdasarkan Surat Perintah Kapolri No.Pol: Sprin/1442/V/2000 tanggal 11 Mei 2000, dan Surat Keputusan Menteri Pertahanan Nomor:Skep/327/V/2000. Sekretariat Seminar Internasional Penegakan Hukum di Bidang HAKI yang diselenggarakan oleh Korserse Polri, berdasarkan Surat Perintah Direktur Tindak Pidana Tertentu No.Pl:Sprin/5/III/2000/Pidter tanggal 29 Maret 2000. Ia juga mengikuti kegiatan Lokakarya Nasional “Riset dan Teknologi VI / 1996”, BPPT 11 – 14 Desember 1996 sebagai peserta.

Baca Juga :  KTP 2020 Desak Presiden Tegas Tunda Pilkada 2020, Supaya Covid 19 Selesai Tahun 2021

Selain itu, Alfons aktif dalam mengikuti kegiatan seminar ilmiah sebagai Peserta Dalam Seminar Nasional “Perlindungan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Yuridis dan Kriminologis”, UI – Jakarta tanggal 16 Oktober 1996. Peserta Lokakarya Nasional tentang “Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia”, USU – Medan 23 Juli 1998. Team Perumus dalam Lokakarya Nasional tentang “Upaya Penyamaan Persepsi, Kesadaran dan Pentaatan Terhadap Masalah Lingkungan Hidup” UNAIR – CIDES, Surabaya tanggal 17 – 19 Januari 1996. Peserta dalam Seminar Nasional “Menyongsong diberlakukannya UU No. 14 tahun 1992 tentang UULLAJ”, Jakarta tanggal 27 Juli 1992. Peserta Joint Seminar Indonesia – Jepang dalam (“Prevention of Crime and The Treatment of Offenders”), Jakarta tahun 1992. Peserta Seminar dan Lokakarya “Upaya Polri Dalam Pembinaan Masyarakat Desa Untuk Mewujudkan Desa Sebagai Basis Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Universitas Langlang Buana – Bandung tanggal 16 April 1992.

Tanggal 14 – 16 September 1992 ia masuk dalam Team Perumus Seminar Polri tentang “Pola Pembinaan dan Pengembangan Sistem Keamanan Ketertiban Masyarakat Swakarsa” Jakarta.  Team Perumus dalam Seminar “Pengkajian Penjahat Kambuhan dan Pembinaannya” Jakarta tanggal 15 Januari 1992. Team Perumus dalam Seminar Polri tentang “Konsepsi Strategi Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua Aspek Sosial Budaya” Jakarta tanggal 8 Maret 1991

Pengalaman Sebagai Ahli.

Pengaman sebagai Ahli dalam bidang hukum menjadikan Alfon Loemau sebagai Pribadi yang  sangat memahami betul soal rasa keadilan bagi pencari keadilan. Hal itu telah ia lewati dalam perjalan hidupnya, diantaranya Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Korupsi an. Sdr. Waryono Karno (Mantan Sekertaris Jenderal Kementerian ESDM) di Pengadilan Tipikor – Jakarta tanggal 2015. Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Penganiayaan an. Sdr. Brigadir Rudi Soik di Pengadilan Negeri Kupang tanggal 2014. Sebagai Ahli Penyidikan dalam Persidangan Perkara Pidana dalam Perkara Penyalahgunaan Narkotika an. Sdr. Susandi Sukatma alias Aan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tanggal 2010.   Tim Pengacara Kepolisian Negara RI Cq. Korps Reserse Polri Direktorat Reserse Ekonomi, dalam Gugatan Pra Peradilan perkara Tindak Pidana Perbankan dengan Tersangka Hendra Raharja (Putusan Kasasi menjadi Yurisprudensi Makhamah Agung). Tim Kuasa Hukum Negara RI dalam Sidang Ekstradisi Tersangka Hendra Rahardja di Supreme Court, Sydney –Australia tanggal 2000.

Pengalaman Sebagai Konsultan Hukum.

Ada banyak PT yang meminta beliau Sebagai Konsultan Hukum. Adapun PT dimana Alfons Loemau dipercaya sebagai Konsultan Hukum yaitu PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Sentra Sari, Sebagai Konsultan Hukum pada PT Sang Hyang Seri (Persero), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Draegerindo Jaya (Anak Perusahaan dari Draeger AG. – Jerman), Sebagai Konsultan Hukum pada PT Asyx Indonesia (Anak Perusahaan dari Asyx International BV – Belanda). Sebagai Konsultan Hukum pada PT Iligals Sumber Sejahtera (Hotel & Club). Sebagai Konsultan Hukum pada PT Duta Pertiwi, Tbk., Sebagai Konsultan Hukum pada Terbit PTE LTD. Sebagai Konsultan Hukum pada PT. Lotte Mart Indonesia & PT. Lotte Shopping Indonesia dan Sebagai Konsultan Hukum pada PT. Interkayu Nusantara. (Tim FHI)

…..Bersambung…

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment