Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Asal Lebao Tanjung-Flotim Kibarkan Bendera di Palung Laut ‘Telapak Kaki Raksasa’

Dibaca 398 kali Reporter : Yurgo Purab verified

Faktahukumntt.com, Flores Timur.

Sebanyak 24 penyelam dari komunitas Pemuda Pelajar dan Mahasiswa asal dusun Lebao Tanjung, Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur bersama tiga pengibar bendera dan tiga orang pengapit menggelar aksi pengibaran bendera di bawah palung laut berbentuk telapak kaki raksasa, pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Hery Aran tersebut, berhasil mengibarkan bendera di palung laut. 24 penyelam sigap mengibarkan bendera secara manual tanpa pakaian selam. Padahal kedalaman laut sekitar 20 meter. Meski demikian mereka tak patah semangat mengibarkan bendera.

Untuk diketahui, palung laut tersebut bentuknya seperti telapak kaki manusia tetapi berukuran besar.

Baca Juga :  Sekjen Partai UKM: Ribuan Pelaku UMKM, Koperasi dan Pedagang Daftarkan Diri Nyatakan Bergabung

Rosalina Layu Aran (P), pembawa bendera merasa haru ketika dipilih untuk membawa bendera. Ia duduk di atas perahu kecil dengan tangan terbuka menadah bendera merah putih. Matanya berkaca-kaca.

“Saya merasa bangga, terharu dan juga senang bisa dipilih sebagai salah satu perempuan yang membawakan bendera,” ujar Layu Aran kepada media, usai pengibaran bendera.

Salah satu penyelam, Laurensius Koten mengatakan bahwa semua yang mereka lakukan adalah bagian dari kesiapan mereka untuk memperingati HUT RI ke-76.

“Kami senang bisa menyelam dan mengibarkan bendera di bawah laut,” katanya.

Baca Juga :  Menko Polhukam : Semua Paslon yang Melakukan Pelanggaran Tetap Diberikan Sanksi

Hery Aran, penggagas kegiatan pengibaran bendera bawah laut tersebut menyebut, kegiatan yang diadakan guna memperingati HUT RI ke-76 tahun.

“Yang paling inti adalah kita merayakan HUT RI ke-76 tahun,” jelasnya.

Menurut Hery, pilihan tempat pengibaran bendera mengingat ada palung laut berbentuk telapak kaki. Juga, terselip tujuan yakni meminimalisir penangkapan ikan seca ilegal fishing di wilayah tersebut.

“Kami memilih tempat ini karena palung laut ini berbentuk telapak kaki yang berukuran raksasa. Bahwa di tengah situasi pandemi kita tidak boleh terpuruk dengan situasi yang ada.Yang kedua, selama kegiatan di sini, kita meminimalisir penangkapan ikan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab baik melalui pengeboman maupun potasium,” terangnya.

Baca Juga :  PRABOWO BLUNDER...

Bagi Hery, kegiatan tersebut mau membangkitkan gairah anak muda dalam berkreatifitas.

“Mereka mampu menggelar ivent yang baik dalam menyongsong HUT RI,” katanya.

Ia berharap, dengan menggelar ivent ini, potensi semua leading sektor di Wilayah Tanjung Bunga dapat terekspos

“Kita mau tunjukan bahwa ada potensi destinasi wisata di seluruh wilayah Tanjung Bunga ini yang jarang diekspos.Sehingga ke depan, semua leading sektor itu mampu menangkap pesan dari kegiatan tersebut,” tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment