Yan Mboeik: Perjuangan PKPI Demi Keutuhan Bangsa dan Negara

Dibaca 88 kali

Nagekeo (faktahukumntt.com), Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Nagekeo menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Aula Hotel Sasandi, Mbay _Kabupaten Nagekeo, senin (17/11).

Selain membahas tentang kampanye, tata cara pemungutan dan perhitungan suara Pileg 2019 serta regulasi kampanye Pemilu 2019, kegiatan itu sekaligus dijadikan ajang konsolidasi DPK PKPI Kab. Nagekeo dalam memenangkan Joko Widodo – KH. Maaruf Amin di pilpres 2019, kata Arnoldus Ju Wea, ketua DPK PKPI Nagekeo.

Komitmen ketua DPK PKP Indonesia kabupaten Nagekeo kembali dipertegas oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi PKPI Nusa Tenggara Timur, Drs. Yan R. Mboeik. Alumnus Lemhanas angkatan 36 tahun 2006 itu mengatakan, Bimtek PKPI merupakan cara partai membangun strategi di internal PKPI guna mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan sejumlah startegi khusus guna mendulang perolehan suara demi kemenangan PKPI dalam pileg dan pilpres 2019 mendatang. Lebih lanjut, Mboeik menambahkan hal terpenting dari perjuangan PKPI adalah keutuhan dalam berbangsa dan bernegara demi tercapainya keadilan dan persatuan Indonesia.

“Sebab ada kelompok tertentu yang terus merongrong keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu, setiap kader PKPI berwajiban memahami wawasan kebangsaan sebab itu jauh lebih penting dari pada kemenangan PKPI. Apalah arti kemenangan PKPI kalau negara ini hancur berantakan. Lebih baik PKPI yang hancur dari pada negeri ini hancur”

Baca Juga :  Ketua Umum Remusa dan Letho for Jokowi Amin Masuk Partai Golkar

Untuk itu, Yan Mboeik menghimbau kepada seluruh kader partai di tingkat DPC dan DPK agar dalam melakukan kerja-kerja partai harus benar benar dilakukan secara terstruktur dan taktis.

” Partai PKPI Nagekeo harus menargetkan satu fraksi sedangkan
khusus pilpres, wajib hukumnya PKPI harus mendukung dan memenangkan paket nomor satu, Jokowi-Maaruf Amin. Bila kader partai kedapatan bekerja untuk kandidat lain, maka partai akan memberikan tindakan berupa hukuman disiplin partai” (patriOT)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment