Rakyat Bangkit! Forum Masyarakat Peduli Kabupaten Kupang Tolak Adu Domba dan Fitnah Politik!

Oelamasi, FHCSuasana di depan pintu masuk Kantor Bupati Kupang, Selasa (14/10), memanas. Sejak pagi, ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kabupaten Kupang (FMPKK) menggelar aksi damai menolak segala bentuk provokasi dan fitnah politik yang dinilai telah mencederai kehormatan pemerintah daerah.

Mereka datang dengan satu seruan tegas: “Rakyat bangkit! Tolak adu domba, hentikan kebohongan publik!”

Aksi yang berlangsung hingga sore hari itu digelar sebagai bentuk keresahan masyarakat atas maraknya isu liar di ruang publik yang menuding pemerintahan baru Kabupaten Kupang terlibat dalam penyalahgunaan Dana Bantuan Badai Seroja. Tuduhan tersebut, menurut para orator, bersumber dari pernyataan Hendrikus Djawa, oknum yang mengatasnamakan Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politika Republik Indonesia (LP2TRI).

Dalam orasinya, para juru bicara FMPKK menyebut bahwa Hendrikus Djawa diduga berulang kali menyebarkan distorsi informasi di media sosial yang mengarah pada pembunuhan karakter pejabat pemerintah, terutama Bupati Kupang saat ini.

“Kami tidak anti kritik. Tapi kritik harus berdasarkan fakta, bukan fitnah. Jangan adu domba rakyat dengan pemimpinnya,” seru salah satu orator di hadapan ratusan warga.

FMPKK menilai tudingan yang diarahkan terhadap pemerintahan baru terkait Dana Seroja merupakan bentuk penggiringan opini yang menyesatkan. Isu itu, kata mereka, sudah ditangani aparat penegak hukum dan seharusnya tidak lagi dijadikan bahan provokasi publik.

“Pemerintah sekarang baru bekerja kurang dari setahun. Jadi sangat tidak masuk akal kalau dituduh terlibat dalam kasus yang terjadi pada periode sebelumnya,” tegas salah satu peserta aksi.

Warga juga mengecam ajakan Hendrikus Djawa kepada masyarakat untuk melakukan tindakan anarkis seperti penyegelan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Kupang. Mereka menilai tindakan tersebut bukan solusi, melainkan ancaman bagi stabilitas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Menyegel kantor pemerintahan sama saja menghalangi rakyat sendiri mendapat pelayanan. Ini tindakan yang tidak boleh dibiarkan,” ujar koordinator lapangan aksi.

Meski aksi FMPKK berjalan tertib, situasi sempat memanas ketika kelompok massa lain yang dipimpin oleh Hendrikus Djawa mendatangi lokasi dan memulai adu argumen keras. Saling dorong dan teriakan sempat terjadi di depan pintu masuk kantor bupati.

Namun, berkat kesigapan aparat kepolisian, ketegangan berhasil diredam. Kedua kelompok akhirnya dipisahkan untuk mencegah kericuhan meluas. Setelah suasana kondusif, orasi dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap resmi.

PERNYATAAN SIKAP

Kami yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Kabupaten Kupang (FMPKK) dengan ini menyatakan sikap tegas berkaitan dengan aksi – aksi yang direncankan dan rancang oleh
oknum – oknum tidak bertanggungjawab yang mendompleng Korban Bencana Seroja.

Berikut ini kami sampaikan beberapa poin pernyataan sikap kami sebagai berikut:

1. Bahwa kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh hasutan dan ajakan untuk melakukan aksi yang dapat merugikan diri
sendiri maupun keluarga.

2. Bahwa segala bentuk isu dan provokasi yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif hanya akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu kami mengutuk keras setiap hasutan yang dilakukan oleh pihak manapun dengan tujuan ingin memecah belah persatuan dan kesatuan.

3. Bahwa Daerah Kabupaten Kupang seluruhnya sedang dalam keadaan kondusif, damai dan bersahaja. Oleh karena itu kami mengutuk dengan keras setiap upaya yang dilakukan oleh oknum – oknum tertentu yang hendak memecah belah persatuan, kekerabatan hanya demi kepentingan tertentu.

4. Bahwa Kabupaten Kupang saat ini dibawah Kendali Bupati dan Wakil Bupati Kupang sedang bergerak dengan sejumlah terobosan untuk membangun baik secara fisik maupun non fisik. Dan oleh karena itu kami mengutuk keras setiap aksi yang dilakukan oleh mereka yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi, memperkaya diri denggan
mendompleng isu – isu tidak benar.

5. Bahwa kami merasa Kekerabatan, kekeleurgaan dari seluruh elemen masyarakat tidak boleh dirusak oleh ulah oknum – oknum tertentu yang hendak memecah belah masyarakat seraya berharap agar pemerintah tidak fokus lagi membangun tetapi hanya
menghabiskan waktu untuk meladeni aksi – aksi yang tidak berdasar dan provokatif.

6. Bahwa kami dengan hati yang tulus serta dilandasi oleh semangat persatuan,
mendukung penuh Bupati dan Wakil Bupati Kupang yang sedang gencar-gencarnya berinovasi dengan terobosan baru demi membangun daerah. Maka dengan tegas kami menolak segala bentuk aksi tidak terpuji yang hendak melakukan penyegelan terhadap
Kantor Bupati Kupang sebagi simbol pemerintahan yang sah.

7. Bahwa kami mendukung dan juga menghimbau kepada aparat Polres Kupang untuk segera bertindak tegas dan tidak membiarkan segala bentuk narasi – narasi provokatif oleh oknum tertentu diberbagai platform Media Sosial terus berlanjut dengan tujuan
memancing opini publik agar membenci pemerintah daerah.

8. Bahwa kami akan terus mengawal setiap program pembangunan yang sedang dan akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah menuju tercapainya visi besar menuju Kabupaten
Kupang Emas.

Demikian peryataan sikap kami yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli.
Kabupaten Kupang.
Oelamasi, 14 Oktober 2025

“Kami hadir untuk menjaga kehormatan Kabupaten Kupang. Jangan biarkan daerah ini dikorbankan oleh ambisi politik pribadi,” ujar salah satu tokoh muda dalam aksi tersebut.

Kupang Butuh Persatuan, Bukan Perpecahan

Aksi damai ini menjadi pesan moral kuat dari rakyat kepada semua pihak yang mencoba menunggangi isu Dana Seroja untuk kepentingan politik. Masyarakat menegaskan bahwa mereka mendukung pemerintahan yang sah dan menolak segala bentuk politisasi penderitaan rakyat.

Kini, publik menanti langkah tegas aparat penegak hukum terhadap pelaku provokasi yang meresahkan. Bagi masyarakat Kabupaten Kupang, kedamaian dan persatuan adalah harga yang tidak bisa ditukar dengan ambisi siapa pun.

Sebagaimana diserukan dalam penutupan aksi: “Rakyat Kupang bersatu, lawan fitnah, jaga persaudaraan!”