<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akuntabilitas Dana Desa &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/akuntabilitas-dana-desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 00:54:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Akuntabilitas Dana Desa &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dana Desa 2026: Benarkah BLT Dihapus, Kopdes Merah Putih Jadi Prioritas?</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/dana-desa-2026-benarkah-blt-dihapus-kopdes-merah-putih-jadi-prioritas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 00:40:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[BLT Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Desa 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes Merah Putih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=73769</guid>

					<description><![CDATA[Dana Desa 2026: Benarkah BLT Dihapus, Kopdes Merah Putih Jadi Prioritas? FHC, Pemerintah kembali mengatur ulang arah Dana Desa 2026. Lewat Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Permendesa PDT) Nomor 16 Tahun 2025, negara menetapkan fokus baru: pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, pembangunan desa, dan, yang paling menonjol, percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dana Desa 2026: Benarkah BLT Dihapus, Kopdes Merah Putih Jadi Prioritas?</p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/opini"><strong>FHC</strong></a>, Pemerintah kembali mengatur ulang arah Dana Desa 2026. Lewat Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (<a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/permendesa-pdt">Permendesa PDT</a>) Nomor 16 Tahun 2025, negara menetapkan fokus baru: pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, pembangunan desa, dan, yang paling menonjol, percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).</p>
<p>Namun satu pertanyaan langsung mengemuka di desa-desa: apakah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa benar-benar akan ditinggalkan? Atau sekadar dipinggirkan demi agenda ekonomi kolektif seperti KOPDES Merah Putih yang belum teruji?</p>
<h3>Kopdes Merah Putih: Solusi atau Penyeragaman?</h3>
<p>Di sisi lain, Kopdes Merah Putih didorong menjadi motor ekonomi desa. Pemerintah membayangkan koperasi sebagai simpul usaha: dari gerai kebutuhan pokok, pergudangan, hingga distribusi pangan. Ambisi ini besar—dan mahal.</p>
<p>Namun, kebijakan ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah semua desa siap? Pengalaman panjang koperasi di Indonesia menunjukkan fakta pahit: banyak koperasi mati suri, bergantung pada proyek, dan lumpuh begitu pendampingan berhenti.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bank NTT Perkuat Pengawasan Dana Desa Lewat Kerja Sama Strategis di Sumba Barat Daya</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/bank-ntt-perkuat-pengawasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2025 01:06:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Bank NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sumba Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama Pemerintah dan Bank]]></category>
		<category><![CDATA[MoU Bank NTT dan Pemkab SBD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan Dana Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Keuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=55871</guid>

					<description><![CDATA[Faktahukumntt.com, SBD Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Penandatanganan ini dilakukan di ruang rapat Bupati SBD pada Kamis (13/03/2025). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktahukumntt.com, <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/ekonomi-bisnis">SBD</a></strong> Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa, Bupati Sumba Barat Daya (SBD) Ratu Ngadu Bonnu Wulla bersama Wakil Bupati Dominikus Alpawan Rangga menandatangani <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/mou">Memorandum of Understanding (MoU)</a> dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Penandatanganan ini dilakukan di ruang rapat Bupati SBD pada Kamis (13/03/2025).</p>
<p>Kesepakatan ini bertujuan memperkuat sistem pengawasan serta memastikan pengelolaan dana desa berjalan secara transparan dan akuntabel. Hadir dalam acara tersebut Pelaksana Tugas Direktur <a href="https://infopublik.id/galeri/foto/detail/198638" target="_blank" rel="noopener">Bank NTT</a>, Yohanes Ladu Praing, yang menyampaikan komitmen Bank NTT dalam mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih baik.</p>
<h2>Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas</h2>
<p>Dalam sambutannya, Bupati SBD Ratu Ngadu Bonnu Wulla menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan dana desa dikelola secara profesional dan sesuai regulasi.</p>
<p>&#8220;Melalui kolaborasi ini, kami berkomitmen menghadirkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa demi kesejahteraan masyarakat,&#8221; ujar Ratu Ngadu Bonnu Wulla.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
