<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ARAKSI NTT &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/araksi-ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Apr 2025 18:37:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>ARAKSI NTT &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Skandal 6,2 M DPRD Kupang, Araksi NTT: Pajak Negara Disikat, Rakyat Dirugikan!</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/skandal-62-m-dprd-kupang-araksi-ntt-pajak-negara-disikat-rakyat-dirugikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 18:28:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[2 Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[ARAKSI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Perjalanan Dinas Fiktif]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Negeri Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyalahgunaan Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal 6]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=61093</guid>

					<description><![CDATA[FaktahukumNTT.com, Kupang &#8211; Skandal besar tengah mengguncang DPRD Kabupaten Kupang. Hasil penelusuran dari Araksi NTT (Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia &#8211; Nusa Tenggara Timur) menemukan adanya penyimpangan penggunaan dana negara senilai Rp6,2 miliar, termasuk penyalahgunaan pajak yang semestinya disetorkan ke negara. Dalam diskusi antara Araksi NTT dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, terungkap bahwa temuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FaktahukumNTT.com, <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/hukum-kriminal">Kupang</a></strong> &#8211; Skandal besar tengah mengguncang DPRD Kabupaten Kupang. Hasil penelusuran dari Araksi NTT (Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia &#8211; Nusa Tenggara Timur) menemukan adanya penyimpangan penggunaan dana negara senilai Rp6,2 miliar, termasuk penyalahgunaan pajak yang semestinya disetorkan ke negara.</p>
<p>Dalam diskusi antara Araksi NTT dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, terungkap bahwa temuan ini berasal dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mencatat adanya banyak pelanggaran administrasi dan keuangan di lingkungan DPRD Kabupaten Kupang. Modus utama yang digunakan adalah <em>mark-up dan fiktifisasi</em> anggaran perjalanan dinas anggota DPRD.</p>
<p>Tak hanya itu, potongan pajak yang seharusnya menjadi hak negara pun turut digelapkan. Uang pajak ini, yang berasal dari berbagai mata anggaran DPRD, tidak pernah disetorkan, melainkan ikut dihabiskan bersama belanja tidak sah lainnya.</p>
<p>Kejari Kabupaten Kupang telah menindaklanjuti kasus ini dengan memeriksa seluruh 40 anggota DPRD Kabupaten Kupang. Dari jumlah tersebut, 21 orang sudah mengembalikan uang yang mereka nikmati secara penuh.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bungkam Media, Lindungi Skandal? DPRD Kabupaten Kupang Dikecam ARAKSI NTT Soal Temuan BPK Rp6,2 Miliar</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/bungkam-media-lindungi-skandal-dprd-kabupaten-kupang-dikecam-araksi-ntt-soal-temuan-bpk-rp62-miliar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2025 15:01:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[2 Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[Alfred Baun]]></category>
		<category><![CDATA[ARAKSI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD bungkam media]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Kejari Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[kerugian negara NTT]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi DPRD]]></category>
		<category><![CDATA[penyelewengan anggaran daerah.]]></category>
		<category><![CDATA[skandal keuangan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[temuan BPK 6]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=60779</guid>

					<description><![CDATA[ARAKSI NTT mengecam sikap bungkam DPRD Kabupaten Kupang terkait temuan BPK senilai Rp6,2 miliar. Diduga, upaya diam ini untuk menutupi skandal keuangan yang kembali terulang setelah kasus Rp2,2 miliar sebelumnya. FaktahukumNTT.com, Kupang NTT – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Provinsi Nusa Tenggara Timur (ARAKSI NTT) menyampaikan kecaman keras terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>ARAKSI NTT mengecam sikap bungkam DPRD Kabupaten Kupang terkait temuan BPK senilai Rp6,2 miliar. Diduga, upaya diam ini untuk menutupi skandal keuangan yang kembali terulang setelah kasus Rp2,2 miliar sebelumnya.</em></p>
<p><strong>FaktahukumNTT.com, <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/hukum-kriminal">Kupang</a> NTT</strong> – Aliansi Rakyat Anti Korupsi Provinsi Nusa Tenggara Timur (ARAKSI NTT) menyampaikan kecaman keras terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang yang dinilai menutup diri dari media pasca temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) senilai Rp6,2 miliar.</p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/ketua-araksi-ntt">Ketua ARAKSI NTT</a>, Alfred Baun, menyebut sikap DPRD Kupang yang enggan memberikan keterangan kepada media sebagai bentuk penghindaran dari tanggung jawab publik, bahkan mengindikasikan upaya menutup-nutupi skandal keuangan.</p>
<p>&#8220;Kalau temuan BPK 6,2 miliar itu tidak dijelaskan ke publik, lalu DPRD malah menghindar dari media, ini jelas-jelas bentuk pelanggaran etika lembaga publik. Mereka sudah keluar dari fungsinya,&#8221; ujar Baun dalam pernyataannya kepada awak media.</p>
<h2>Skandal Lama Belum Tuntas, Kini Muncul Kasus Baru</h2>
<p>Baun mengingatkan bahwa sebelumnya Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang juga tengah menangani dugaan kerugian negara sebesar Rp2,2 miliar yang juga melibatkan DPRD setempat. Dengan munculnya angka baru sebesar <a href="https://reformanews.com/berita/diduga-simpan-borok-rp-62-m-di-dprd-kabupaten-kupang-wakil-ketua-minta-netralisir-wartawan/3/" target="_blank" rel="noopener">Rp6,2 miliar</a>, ARAKSI menilai ini sebagai pola kejahatan sistematis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
