<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gugat UU Pilkada &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/gugat-uu-pilkada/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jan 2024 02:54:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Gugat UU Pilkada &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menolak Makan Gaji Buta, Bupati Malaka Turut Gugat UU Pilkada ke MK</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/menolak-makan-gaji-buta-bupati-malaka-turut-gugat-uu-pilkada-ke-mk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[seldib.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2024 02:51:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Malaka]]></category>
		<category><![CDATA[Gugat UU Pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[Menolak Makan Gaji Buta]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Simon Nahak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=40069</guid>

					<description><![CDATA[FAKTAHUKUMNTT.COM., MALAKA &#8211; Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., menegaskan ketidaksetujuannya terhadap ketentuan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) karena berpotensi memangkas masa jabatan para kepala daerah dengan tetap menerim gaji tanpa bekerja (alias makan gaji buta) Dalam upaya untuk menolak &#8220;makan gaji buta&#8221; akibat desain Pilkada serentak 2024, Bupati Simon Nahak bersama 11 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>FAKTAHUKUMNTT.COM., <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/malaka">MALAKA</a> &#8211; Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H., M.H., menegaskan ketidaksetujuannya terhadap ketentuan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) karena berpotensi memangkas masa jabatan para kepala daerah dengan tetap menerim gaji tanpa bekerja (alias <em>makan gaji buta</em>)</p>
<p>Dalam upaya untuk menolak <strong>&#8220;makan gaji buta&#8221; </strong>akibat desain Pilkada serentak 2024, Bupati Simon Nahak bersama 11 kepala daerah lainnya telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).</p>
<p>Bupati Simon Nahak, yang telah menjabat sejak 26 April 2021, mengungkapkan keberatannya terhadap desain Pilkada 2024 yang berpotensi memotong secara signifikan masa jabatan kepala daerah.</p>
<p>Pilkada serentak tahun 2024 dianggap bermasalah dan bertentangan dengan konstitusi dan merugikan sejumlah 270 kepala daerah, terkait terpangkasnya masa jabatan para kepala daerah.</p>
<p><iframe title="MASALAH KODE ETIK DAN PERILAKU !! KPU NTT ANGKAT BICARA" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/UfLU_koxOo4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Dalam konteks ini, gugatan judicial review diajukan terhadap Pasal 201 ayat (7), (8), dan (9) UU Pilkada No. 10/2016 yang mengatur Pilkada serentak pada November 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
