<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ibu hamil meninggal &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/ibu-hamil-meninggal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Apr 2025 04:39:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>ibu hamil meninggal &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tersandung Etik! IDI NTT Soroti Pelanggaran Berat di RS Hillers Usai Kematian Ibu Hamil</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/tersandung-etik-idi-ntt-soroti-pelanggaran-berat-di-rs-hillers-usai-kematian-ibu-hamil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 04:39:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[audit medis]]></category>
		<category><![CDATA[dokter anestesi]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[IDI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[kematian Maria Yunita]]></category>
		<category><![CDATA[pelanggaran etik medis]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD TC Hillers]]></category>
		<category><![CDATA[sistem kesehatan NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=59180</guid>

					<description><![CDATA[RSUD TC Hillers Maumere FaktahukumNTT.com, Maumere – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti dugaan pelanggaran etik berat yang terjadi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, menyusul kematian tragis seorang ibu hamil bernama Maria Yunita. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa saat peristiwa terjadi, tidak ada dokter anestesi yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h5 style="text-align: left"><em><strong>RSUD TC Hillers Maumere</strong></em></h5>
<p><strong>FaktahukumNTT.com</strong>, <a href="https://www.faktahukumntt.com/Kesehatan"><strong>Maumere</strong></a> – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti dugaan pelanggaran etik berat yang terjadi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, menyusul kematian tragis seorang ibu hamil bernama Maria Yunita. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa saat peristiwa terjadi, tidak ada dokter anestesi yang bertugas di rumah sakit tersebut.</p>
<p>Ketua IDI NTT, Stef Soka, dalam keterangan melalui sambungan telepon, Minggu (13/4/2025), menegaskan bahwa pihaknya mendorong dilakukan audit medis secara menyeluruh guna mengungkap akar permasalahan dan memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur dalam penanganan pasien.</p>
<p>&#8220;Saya berharap bisa dilakukan audit medis terhadap kasus kematian tersebut. Sehingga kita bisa mendapatkan kejelasan permasalahan yang terjadi. Selain ketidaktersediaan dokter anestesi di RS TC Hillers,&#8221; ujar Stef.</p>
<p>Menurut Stef, dalam perspektif etika kedokteran, peristiwa ini termasuk dalam kategori pelanggaran etik berat. Ia menyebutkan bahwa dua dokter anestesi yang sebelumnya bertugas di RSUD TC Hillers ternyata sudah tidak aktif bekerja sejak Januari 2025. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ketidakhadiran mereka merupakan bentuk aksi mogok kerja atau karena persoalan administratif lainnya</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Tolong Cari Kami Dokter Anestesi!&#8221;—Teriakan Haru dari Sikka untuk Presiden Prabowo dan Gubernur NTT</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/tolong-cari-kami-dokter-anestesi-teriakan-haru-dari-sikka-untuk-presiden-prabowo-dan-gubernur-ntt/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 08:54:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[berita NTT]]></category>
		<category><![CDATA[dokter anestesi di Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT]]></category>
		<category><![CDATA[ibu hamil meninggal]]></category>
		<category><![CDATA[kematian ibu dan anak]]></category>
		<category><![CDATA[krisis tenaga medis]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Tc Hilers Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Sikka butuh dokter]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi Maumere]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=59049</guid>

					<description><![CDATA[Maria Yunita (36), seorang ibu hamil, meregang nyawa bersama bayi dalam kandungannya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tc Hilers Maumere, Rabu malam, 9 April 2025. FaktahukumNTT.COM, MAUMERE – Isak tangis menyelimuti rumah duka di Jalan Teka Iku Gang 3, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Maria Yunita (36), seorang ibu hamil, meregang nyawa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6><em>Maria Yunita (36), seorang ibu hamil, meregang nyawa bersama bayi dalam kandungannya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tc Hilers Maumere, Rabu malam, 9 April 2025.</em></h6>
<p><strong>FaktahukumNTT.COM</strong>, <a href="https://www.faktahukumntt.com/Kesehatan"><strong>MAUMERE</strong></a> – Isak tangis menyelimuti rumah duka di Jalan Teka Iku Gang 3, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Maria Yunita (36), seorang ibu hamil, meregang nyawa bersama bayi dalam kandungannya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tc Hilers Maumere, Rabu malam, 9 April 2025. Tragedi ini bukan hanya menyisakan duka, tapi juga menyulut jeritan harapan warga Sikka.</p>
<p>&#8220;Kami hanya berharap kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Gubernur NTT, tolong cari kami dokter anestesi agar tidak ada korban lainnya,&#8221; kata Yanto Gonde, anggota keluarga almarhumah, dengan mata berkaca-kaca, saat ditemui tim FaktahukumNTT di rumah duka, Kamis 10 April 2025.</p>
<p><strong>Krisis Tenaga Medis yang Sudah Kronis</strong></p>
<p>Tragedi yang menimpa Maria Yunita hanyalah satu dari sekian bukti nyata krisis tenaga medis di wilayah timur Indonesia, khususnya dokter spesialis anestesi di RSUD Tc Hilers Maumere. Hingga hari ini, rumah sakit rujukan di Kabupaten Sikka itu belum memiliki dokter anestesi tetap, sebuah fakta yang memprihatinkan mengingat fungsinya sebagai pusat pelayanan medis bagi masyarakat di Pulau Flores bagian timur.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
