<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JKN &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/jkn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 13:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>JKN &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jantung hingga Kanker, Tujuh Penyakit Ini Sedot Rp50,3 Triliun Anggaran BPJS Kesehatan pada 2025</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/jantung-hingga-kanker-tujuh-penyakit-ini-sedot-rp503-triliun-anggaran-bpjs-kesehatan-pada-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 13:23:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran BPJS 2025]]></category>
		<category><![CDATA[biaya kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gagal ginjal]]></category>
		<category><![CDATA[JKN]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[klaim BPJS]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit jantung]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit katastropik]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=78086</guid>

					<description><![CDATA[Jantung hingga Kanker, Tujuh Penyakit Ini Sedot Rp50,3 Triliun Anggaran BPJS Kesehatan pada 2025 FHC, Beban pembiayaan penyakit katastropik masih menjadi tantangan terbesar dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat pengeluaran biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,33 triliun, meningkat Rp15,22 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp176,11 triliun. Di tengah meningkatnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jantung hingga Kanker, Tujuh Penyakit Ini Sedot Rp50,3 Triliun Anggaran BPJS Kesehatan pada 2025</p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/kesehatan"><strong>FHC</strong></a>, Beban pembiayaan penyakit katastropik masih menjadi tantangan terbesar dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat pengeluaran biaya pelayanan kesehatan mencapai Rp191,33 triliun, meningkat Rp15,22 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp176,11 triliun.</p>
<p>Di tengah meningkatnya jumlah peserta JKN yang mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, pembiayaan penyakit katastropik masih mendominasi pengeluaran BPJS Kesehatan. Kelompok penyakit ini menyerap lebih dari seperempat total biaya pelayanan kesehatan nasional.</p>
<p>Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, penyakit katastropik menghabiskan dana sekitar Rp50,3 triliun atau sekitar 26 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan.</p>
<p>“Sebagian besar penyakit katastropik sebenarnya dapat dicegah melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukti Komitmen Itu Nyata! Bupati Kupang Yosef Lede Raih UHC Awards 2026 Tingkat Nasional</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/bukti-komitmen-itu-nyata-bupati-kupang-yosef-lede-raih-uhc-awards-2026-tingkat-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2026 03:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Warta Kota]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Jaminan Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[JKN]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[UHC Awards 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Universal Health Coverage]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Lede]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=74441</guid>

					<description><![CDATA[Bukti Komitmen Itu Nyata! Bupati Kupang Yosef Lede Raih UHC Awards 2026 Tingkat Nasional FHC, Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Kupang, Yosef Lede, menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 pada ajang berskala nasional yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bukti Komitmen Itu Nyata! Bupati Kupang Yosef Lede Raih UHC Awards 2026 Tingkat Nasional</p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/nasional"><strong>FHC</strong></a>, Komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menjamin hak dasar kesehatan masyarakat kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Kupang, Yosef Lede, menerima Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 pada ajang berskala nasional yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Selasa (27/1/2026).</p>
<p>Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta memastikan keberlangsungan layanan kesehatan yang adil dan merata bagi masyarakat.</p>
<p>Penyerahan UHC Awards 2026 dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti. Penghargaan diserahkan langsung kepada para kepala daerah yang dinilai berkomitmen kuat dalam mendukung program JKN.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPJS Kesehatan: Bukan Kompetitor, Tapi Mitra Pelengkap Asuransi Swasta</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/bpjs-kesehatan-bukan-kompetitor-mitra-asuransi-swasta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Wyliam Ch]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jan 2025 23:01:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[asuransi swasta]]></category>
		<category><![CDATA[BPJS Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong-Royong]]></category>
		<category><![CDATA[Jaminan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[JKN]]></category>
		<category><![CDATA[Manfaat Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Peraturan Presiden 59/2024]]></category>
		<category><![CDATA[Rizzky Anugerah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=47963</guid>

					<description><![CDATA[FK, Beredar informasi yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki keterbatasan untuk menjamin seluruh penyakit, bahkan disebut hanya mampu menjamin sebagian biayanya saja. Merespon hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa negara telah menghadirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang komprehensif kepada penduduk Indonesia. “Cakupan manfaat Program JKN [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/kesehatan"><strong>FK</strong></a>, Beredar informasi yang menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan memiliki keterbatasan untuk menjamin seluruh penyakit, bahkan disebut hanya mampu menjamin sebagian biayanya saja.</p>
<p>Merespon hal tersebut, Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa negara telah menghadirkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan yang komprehensif kepada penduduk Indonesia.</p>
<p>“Cakupan manfaat Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan sangat luas, karena pelayanan kesehatan yang dijamin diberikan berdasarkan indikasi medis pesertanya&#8221;, kata Rizzky pada Jumat (17/01).</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Rizzky, ada ribuan jenis diagnosis penyakit yang dijamin JKN sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2023.</p>
<p>Selain itu, bukan hanya penyakit berbiaya mahal yang dijamin, BPJS Kesehatan bahkan menjamin biaya pelayanan kesehatan yang memerlukan perawatan berjangka waktu lama atau bahkan berlangsung seumur hidup, seperti cuci darah bagi pasien gagal ginjal, penderita talasemia dan hemofilia, pasien yang menjalani pengobatan kanker, insulin untuk penderita diabetes, dan lain sebagainya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
