<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#KasusKorupsiDaerah &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/kasuskorupsidaerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 May 2025 04:38:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>#KasusKorupsiDaerah &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dana ETMC 2019 Rp 42 Milyar Diusut, ASKAB PSSI Usul Lagi Selenggarakan ETMC 2026 di Malaka</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/dana-etmc-2019-rp-42-milyar-diusut-askab-pssi-usul-lagi-selenggarakan-etmc-2026-di-malaka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[vikibria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2025 04:38:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#KasusKorupsiDaerah]]></category>
		<category><![CDATA[ASKAP PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[dana ETCM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=64673</guid>

					<description><![CDATA[Faktahukumntt.Com,MALAKA-Penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 sudah diselenggarakan. Namun, menyimpan cerita proses hukum karena telah diselidiki penyidik Polres Malaka, karena ditemukan sejumlah indikasi korupsi dari total dana Rp 42 miliar. Sementara itu ASKAB PSSI Kabupaten Malaka menolak penyelenggarakan Soeratin Cup 2025 dan hanya bersedia menyelenggarakan ETMC 2026. Praktisi hukum, Eduardus Nahak Bria, SH, MH, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Faktahukumntt.Com,MALAKA-</strong>Penyelenggaraan El Tari Memorial Cup (ETMC) 2019 sudah diselenggarakan. Namun, menyimpan cerita proses hukum karena telah diselidiki penyidik Polres Malaka, karena ditemukan sejumlah indikasi korupsi dari total dana Rp 42 miliar. Sementara itu ASKAB PSSI Kabupaten Malaka menolak penyelenggarakan Soeratin Cup 2025 dan hanya bersedia menyelenggarakan ETMC 2026.</p>
<p>Praktisi hukum, Eduardus Nahak Bria, SH, MH, C.Md kepada media ini, pekan lalu mengatakan jika ada indikasi korupsi, penyidik Polres Malaka perlu melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana ETMC 2019 yang diselenggarakan di Kabupaten Malaka.</p>
<p>Menurutnya, penyidik sudah melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi dana ETMC 2019 kurang lebih sebesar Rp 45 milyar pada tahun ini. &#8220;Jika sudah memulai penyelidikan, penyidik harus melanjutkan penyelidikan dan transparan ke publik supaya publik dapat mengetahuinya,&#8221; tandas Eduardus.</p>
<p>Sementara itu media ini memperoleh informasi ASKAB PSSI Kabupaten Malaka mengusulkan penyelenggarakan ETMC 2026 di Kabupaten Malaka dan menolak penyelenggarakan Soeratin Cup, karena alasan yang diduga dibuat-buat di antaranya rasionalisme anggaran, fasilitas memadai dan turunnya hujan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Usir Kami! Wartawan Diusir Saat DPRD Kupang Bahas Anggaran Rp6,2 Miliar, Ada Apa?</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/jangan-usir-kami-wartawan-diusir-saat-dprd-kupang-bahas-anggaran-rp62-miliar-ada-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2025 10:48:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#AnggaranBermasalah]]></category>
		<category><![CDATA[#BPKRI]]></category>
		<category><![CDATA[#DPRDKupang]]></category>
		<category><![CDATA[#HakPers]]></category>
		<category><![CDATA[#KasusKorupsiDaerah]]></category>
		<category><![CDATA[#KejariOelamasi]]></category>
		<category><![CDATA[#MediaLokal]]></category>
		<category><![CDATA[#NTTBangkit]]></category>
		<category><![CDATA[#SkandalRp6Miliar]]></category>
		<category><![CDATA[#TransparansiPublik]]></category>
		<category><![CDATA[#WartawanDiusir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=60535</guid>

					<description><![CDATA[FaktahukumNTT.com, Oelamasi NTT &#8211;  Insiden mengejutkan terjadi saat rapat DPRD Kabupaten Kupang yang semula terbuka untuk umum mendadak ditutup bagi pers. Peristiwa itu terjadi ketika rapat mulai membahas anggaran bermasalah senilai Rp6,2 miliar yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi NasDem, Sofia Malelak de Haan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FaktahukumNTT.com, <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/hukum-kriminal">Oelamasi</a> NTT &#8211; </strong> Insiden mengejutkan terjadi saat rapat DPRD Kabupaten Kupang yang semula terbuka untuk umum mendadak ditutup bagi pers. Peristiwa itu terjadi ketika rapat mulai membahas anggaran bermasalah senilai Rp6,2 miliar yang menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).</p>
<p>Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang dari Fraksi NasDem, Sofia Malelak de Haan, secara tiba-tiba meminta ruang sidang untuk &#8220;disterilkan&#8221; dari kehadiran wartawan. Keputusan mendadak itu langsung memicu reaksi keras dari para jurnalis lokal yang sejak awal mengikuti rapat tersebut sebagai bagian dari tugas peliputan mereka.</p>
<p>“Kami hadir menjalankan perintah undang-undang pers. Ini ruang publik, bukan milik pribadi DPRD,” tegas Paulus Taenglote, jurnalis dari Reformanews.com.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa peliputan oleh media merupakan wujud dari kontrol publik terhadap penggunaan uang rakyat, terlebih ketika yang dibahas adalah anggaran sebesar Rp6,2 miliar yang disebut-sebut bermasalah dalam laporan BPK RI.</p>
<h2>Apa yang Terjadi dengan Anggaran Rp6,2 Miliar Itu?</h2>
<p>Berdasarkan hasil audit BPK RI untuk periode 2019–2024, ditemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Kupang, mencakup:</p>
<ul>
<li>Perjalanan dinas fiktif</li>
<li>Pemeliharaan kendaraan dinas yang tidak sesuai</li>
<li>Belanja rutin tidak sesuai ketentuan</li>
<li>Kelebihan pembayaran senilai Rp6,1 miliar</li>
</ul>
<p>BPK merekomendasikan agar 40 anggota DPRD, termasuk unsur pimpinan, segera mengembalikan sisa dana tersebut dalam waktu 60 hari setelah laporan diterima.</p>
<h3>Penyelidikan oleh Kejaksaan</h3>
<p>Menanggapi temuan tersebut, Kejaksaan Negeri Oelamasi telah memulai penyelidikan. Kajari Kupang, Muhammad Ilham, menyebutkan bahwa beberapa anggota dewan sudah mengembalikan dana secara langsung maupun melalui pihak kejaksaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
