<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keracunan massal anak &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/keracunan-massal-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 May 2025 10:50:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>keracunan massal anak &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragedi MBG di Bogor: Ratusan Anak Tumbang, BGN Diminta Stop Bela Diri!</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/tragedi-mbg-di-bogor-ratusan-anak-tumbang-bgn-diminta-stop-bela-diri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[indra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 10:50:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan massal anak]]></category>
		<category><![CDATA[KLB Bogor 2025]]></category>
		<category><![CDATA[MBG keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[tragedi MBG Bogor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=63590</guid>

					<description><![CDATA[FaktahukumNTT.com, Bogor – Program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), berubah menjadi bencana di Kota Bogor. Ratusan anak dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut, memaksa Pemkot Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Tragedi ini memicu gelombang kritik terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap terlalu sibuk membela diri alih-alih [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FaktahukumNTT.com</strong>, <a href="https://www.faktahukumntt.com/Humaniora"><strong>Bogor</strong></a> – Program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), berubah menjadi bencana di Kota Bogor. Ratusan anak dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut, memaksa Pemkot Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).</p>
<p>Tragedi ini memicu gelombang kritik terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap terlalu sibuk membela diri alih-alih menyelidiki akar persoalan dan menyusun langkah korektif.</p>
<p>“Respons BGN seharusnya bukan dengan membela diri. Kalau sudah ratusan anak yang jadi korban, ya sudah jelas sumbernya dari makanan MBG,” ujar Rissalwan Habdy Lubis, pengamat sosial dari Universitas Indonesia, kepada Wartawan, Selasa (13/5/2025).</p>
<p>Menurut Rissalwan, sikap defensif BGN menunjukkan lemahnya keseriusan dalam mengelola keamanan pangan, yang seharusnya menjadi fondasi utama dari program yang menyasar anak-anak sekolah ini.</p>
<p>“Jangan buru-buru bicara gizi. Kalau makanan tidak aman, itu bukan gizi, tapi racun,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
