<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>opini nasionalisme &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/opini-nasionalisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Jul 2025 00:49:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>opini nasionalisme &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Logo Tak Terputus, Visi Tak Tergoyahkan: Makna Filosofis HUT ke-80 RI</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/logo-tak-terputus-visi-tak-tergoyahkan-makna-filosofis-hut-ke-80-ri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 00:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[desain logo Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[HUT ke-80 RI]]></category>
		<category><![CDATA[logo infinity]]></category>
		<category><![CDATA[opini nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[simbol kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[tema kemerdekaan 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=69610</guid>

					<description><![CDATA[Dari Meja Redaksi Kupang, FHNC &#8211; Ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 23 Juli 2025, publik disuguhi bukan sekadar simbol dan slogan perayaan. Yang muncul adalah representasi filosofis dari semangat bangsa—yang dalam delapan dekade perjalanannya masih berjuang menyatukan diri, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dari Meja Redaksi</em></p>
<p><strong>Kupang, <a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/opini">FHNC</a></strong> &#8211; Ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Negara pada 23 Juli 2025, publik disuguhi bukan sekadar simbol dan slogan perayaan. Yang muncul adalah representasi filosofis dari semangat bangsa—yang dalam delapan dekade perjalanannya masih berjuang menyatukan diri, menjaga kedaulatan, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.</p>
<p>Logo yang ditampilkan—angka &#8220;80&#8221; yang saling terhubung dalam bentuk simbol <em>infinity (∞)</em>—bukanlah desain biasa. Ia memuat pesan mendalam bahwa perjalanan bangsa Indonesia bukanlah cerita yang memiliki akhir, melainkan proses yang terus bergerak, tumbuh, dan berevolusi.</p>
<h3>Infinity sebagai Manifesto Persatuan</h3>
<p>Dalam fisika, matematika, bahkan spiritualitas, infinity bukan sekadar simbol tanpa ujung—ia mencerminkan konsep kekekalan, kontinuitas, dan harmoni yang tak terputus. Dalam konteks kebangsaan, bentuk tak terputus ini mencerminkan kesatuan Indonesia yang dibangun atas perbedaan, disatukan oleh nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
