<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengabdian &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/pengabdian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Apr 2026 05:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Pengabdian &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perjalanan Menuju Pengabdian: Sebuah Langkah Kecil yang Menggema, Menjadi Sejarah Perjalanan Hukum dan Pengabdian!</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/dari-aktivis-ke-pengabdi-langkah-kecil-yang-menggema-menjadi-sejarah-perjalanan-hukum-dan-pengabdian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[cobararaba]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 05:46:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=75878</guid>

					<description><![CDATA[Minggu, 19 April 2026 &#8220;sebuah langkah kecil yang menjadi sejarah dalam perjalanan panjang menuju pengabdian&#8221; Oleh : Adi Papa Jefrianto Bondi, S.H., C.A.P.S. FHC, Perjalanan ini adalah sebuah sirkuit panjang, dimulai dari bangku S1 Hukum, di mana idealisme pertama kali tumbuh. Saat itu, hari-hari saya ditempa oleh dialektika organisasi, baik internal maupun eksternal kampus. Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Minggu, 19 April 2026 &#8220;sebuah langkah kecil yang menjadi sejarah dalam perjalanan panjang menuju pengabdian&#8221;</strong></em></p>
<p><em><strong>Oleh : Adi Papa Jefrianto Bondi, S.H., C.A.P.S.</strong></em></p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/hukum"><strong>FHC</strong></a>, Perjalanan ini adalah sebuah sirkuit panjang, dimulai dari bangku S1 Hukum, di mana idealisme pertama kali tumbuh. Saat itu, hari-hari saya ditempa oleh dialektika organisasi, baik internal maupun eksternal kampus. Di sanalah saya belajar bahwa hukum tidak hanya ada di dalam buku tebal, tetapi hidup dalam perdebatan, negosiasi, dan aksi nyata. Organisasi mengajarkan saya untuk berani bersuara, sementara ruang kelas memberikan dasar logika.</p>
<p>Fase itu tidak mudah. Ada malam-malam tanpa tidur untuk menyelesaikan skripsi sekaligus menjalankan tanggung jawab organisasi. Namun, titik lelah itulah yang menjadi pondasi kuat ketika saya memutuskan untuk melangkah lebih jauh, melanjutkan perjuangan di Magister Hukum S2 Universitas Pamulang. Di jenjang ini, sudut pandang saya mulai bergeser dari sekadar memahami teks hukum, menjadi bagaimana hukum mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.<br />
Turun ke masyarakat di Kelurahan Bakti Jaya, Kec Setu, Kota Tangerang Selatan bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, melainkan manifestasi dari teori &#8220;Law as a Tool of Social Engineering&#8221; oleh Roscoe Pound. Kita menyadari bahwa hukum bukan sekadar aturan kaku, melainkan instrumen untuk mengarahkan masyarakat menuju perubahan yang lebih baik, terutama dalam melindungi ekosistem UMKM dari distorsi informasi atau hoax.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Cinta dan Pengabdian: Mengingat Bapa Hugo Beding di Hari Terakhirnya</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/jejak-cinta-dan-pengabdian-mengingat-bapa-hugo-beding-di-hari-terakhirnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jan 2025 03:36:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Bapa Hugo Beding]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Bapa Hugo]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah inspiratif Luis Díaz]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=46894</guid>

					<description><![CDATA[Penulis: Lukas Onek Narek (Politisi Senior) FK, Lewoleba berduka atas kepergian Bapa Hugo Beding, seorang figur yang dikenal karena disiplin dan ketegasannya, namun juga dihormati dan dicintai karena pengabdiannya kepada keluarga dan masyarakat. Pada Minggu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 12.00, kabar duka itu datang dari Rumah Sakit St. Elisabeth Bukit Lewoleba, membawa kesedihan mendalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Penulis: Lukas Onek Narek (Politisi Senior)</strong></em></p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/humaniora"><strong>FK</strong></a>, Lewoleba berduka atas kepergian Bapa Hugo Beding, seorang figur yang dikenal karena disiplin dan ketegasannya, namun juga dihormati dan dicintai karena pengabdiannya kepada keluarga dan masyarakat. Pada Minggu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 12.00, kabar duka itu datang dari Rumah Sakit St. Elisabeth Bukit Lewoleba, membawa kesedihan mendalam bagi mereka yang mengenalnya.</p>
<p>Bapa Hugo Beding, yang semasa hidupnya pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Kawula Karya Lewoleba, adalah sosok yang meninggalkan jejak cinta dan pengabdian yang tak terlupakan.</p>
<p>Disiplin dan ketegasannya di dunia pendidikan telah membentuk banyak generasi muda menjadi pribadi yang berkarakter dan tangguh. Namun, di balik sikapnya yang keras, tersimpan cinta yang mendalam terhadap keluarga dan komunitasnya.</p>
<p>Kisah cinta antara Bapa Hugo Beding dan keluarganya menjadi cerita yang penuh makna. Hubungan yang awalnya penuh dengan kekakuan berubah menjadi kedekatan yang erat. Salah satu kisah yang paling berkesan adalah bagaimana seorang murid yang pernah merasakan ketegasan Bapa Hugo, akhirnya menjadi bagian dari keluarganya, menikahi putri tercintanya, Yosefina Natalia Leli Bediona.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
