<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taruna Papua STPN &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<atom:link href="https://www.faktahukumntt.com/tag/taruna-papua-stpn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<description>Berani Dan Berimbang Demi Keadilan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Jun 2026 03:07:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.faktahukumntt.com/wp-content/uploads/2023/10/cropped-512-1-32x32.png</url>
	<title>Taruna Papua STPN &#8211; Fakta Hukum NTT</title>
	<link>https://www.faktahukumntt.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Papua untuk Indonesia, Mimpi Taruna STPN Membangun Daerah Lewat Ilmu Pertanahan dan Tata Ruang</title>
		<link>https://www.faktahukumntt.com/dari-papua-untuk-indonesia-mimpi-taruna-stpn-membangun-daerah-lewat-ilmu-pertanahan-dan-tata-ruang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yos Bataona]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2026 03:05:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik Agraria STPN]]></category>
		<category><![CDATA[Taruna Papua STPN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.faktahukumntt.com/?p=77791</guid>

					<description><![CDATA[Dari Papua untuk Indonesia, Mimpi Taruna STPN Membangun Daerah Lewat Ilmu Pertanahan dan Tata Ruang FHC, Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Papua dengan Yogyakarta tidak menjadi penghalang bagi sejumlah generasi muda Bumi Cenderawasih untuk mengejar pendidikan dan mewujudkan cita-cita mereka. Di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), mereka datang membawa harapan besar: kembali ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Papua untuk Indonesia, Mimpi Taruna STPN Membangun Daerah Lewat Ilmu Pertanahan dan Tata Ruang</p>
<p><a href="https://www.faktahukumntt.com/tag/nasional"><strong>FHC</strong></a>, Jarak ribuan kilometer yang memisahkan Papua dengan Yogyakarta tidak menjadi penghalang bagi sejumlah generasi muda Bumi Cenderawasih untuk mengejar pendidikan dan mewujudkan cita-cita mereka. Di Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), mereka datang membawa harapan besar: kembali ke tanah kelahiran dan ikut membangun daerah melalui ilmu pertanahan dan tata ruang.</p>
<p>Bagi sebagian orang, memilih perguruan tinggi mungkin hanya tentang mendapatkan gelar dan pekerjaan. Namun bagi Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat, pendidikan adalah investasi untuk masa depan daerahnya.</p>
<p>Ia melihat Papua masih membutuhkan banyak tenaga profesional yang memahami persoalan agraria dan tata ruang. Karena itu, ketika menentukan pilihan kuliah, Politeknik Agraria STPN menjadi jawabannya.</p>
<p>“Yang saya pikirkan ketika memutuskan berkuliah di Politeknik Agraria STPN sederhana saja, nantinya saya ingin terlibat membangun daerah saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
