Rupa-rupanya informasi tersebut justru menyulut kemarahan keluarga Buan, Kollo, Babys beserta warga di sekitar lokasi Keberatan atas aktivitas tersebut warga sempat menghadang petugas saat di lokasi.

Selanjutnya pada hari Jumat 3 Februari 2023, pihak keluarga Buan, Babys dan Kollo mendatangi Kantor Kehutanan, UPTD KPH Wilayah Kota Kupang dengan maksud untuk meminta penjelasan dari pihak KPH, terkait kedatangannya bersama keluarga Toepitoe ke lokasi manulai II.

”Kami merasa keberatan karena kok kenapa tanpa adanya koordinasi dengan kami, atau bahkan dengan pihak aparat pemerintah setempat, seperti lurah bahkan RT/RW, ada apa ini, bahkan awalnya kami sempat berpikir jangan sampai ada apa-apa, makanya untuk memastikan itu, kami mendatangi Kantor dan bertemu langsung dengan Ibu Kepala KPH”, Jelas Felipus Babys saat ditemui di kediamannya.

Felipus Babys yang saat itu bersama Agustinus Buan, Jibrael Kollo, Ibrahim Baitanu dan Henderina Toepitoe, baru mengetahui ternyata kehadiran KPH berdasarkan adanya permohonan dari masyarakat yang mau potong pohon jati, namun agar jangan salah maka minta supaya dari KPH tunjukkan titik koordinat mana yang merupakan kawasan hutan dan mana yang bukan.