Undana Perkuat Tata Kelola, Tim Maturity Rating Digenjot Demi Transparansi dan Akuntabilitas Kampus

FHC, Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperkuat fondasi tata kelola institusi melalui langkah strategis penguatan koordinasi Tim Maturity Rating (Matrat). Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang 207 Gedung Rektorat Undana, Selasa (2/6/2026), sebagai bagian dari persiapan menghadapi evaluasi nasional terkait tingkat kematangan tata kelola perguruan tinggi.

Pertemuan yang dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana, Prof. Dr. Paul Gabriel Tamelan, M.Si., itu melibatkan unsur Satuan Pengawas Internal (SPI), kepala biro, serta para koordinator aspek yang tergabung dalam Tim Matrat. Fokus utama rapat adalah memastikan kesiapan pengisian instrumen evaluasi, kelengkapan dokumen pendukung, serta penguatan budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.

Langkah ini menjadi penting karena Maturity Rating bukan sekadar instrumen administratif, melainkan alat ukur nasional yang digunakan untuk menilai kualitas tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh. Hasil penilaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kapasitas institusi dalam mengelola sumber daya, pelayanan publik, inovasi, hingga akuntabilitas keuangan.

Maturity Rating sebagai Cermin Kualitas Institusi

Maturity Rating dirancang untuk menilai tingkat kematangan organisasi berdasarkan sejumlah indikator strategis. Dalam mekanisme penilaian yang diterapkan pemerintah, terdapat enam aspek utama yang menjadi perhatian, yakni pengelolaan keuangan, standar pelayanan, kapabilitas internal, tata kelola dan kepemimpinan, inovasi, serta aspek lingkungan.

Melalui instrumen ini, pemerintah tidak hanya menilai capaian program yang telah dilakukan perguruan tinggi, tetapi juga mengukur sejauh mana sistem organisasi mampu berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Prof. Paul Gabriel Tamelan menegaskan bahwa orientasi utama Maturity Rating bukanlah sekadar memperoleh angka tinggi dalam penilaian, melainkan memastikan bahwa setiap capaian yang diraih benar-benar mencerminkan kemajuan nyata universitas.

“Yang diharapkan dari Maturity Rating ini adalah adanya peningkatan performa dari tahun ke tahun. Kita tidak semata-mata mengejar nilai di atas kertas, tetapi membuktikan bahwa universitas terus mengalami kemajuan nyata dalam tata kelola, kualitas layanan, dan pelaksanaan tugas pokoknya,” tegas Prof. Paul.

Pernyataan tersebut mencerminkan paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi yang tidak lagi berorientasi pada pencitraan administratif, melainkan pada transformasi kelembagaan yang dapat dirasakan langsung oleh sivitas akademika dan masyarakat.

Antisipasi Perubahan Kebijakan Nasional

Selain membahas aspek teknis pengisian instrumen, rapat koordinasi juga menyoroti perkembangan terbaru terkait kebijakan kementerian yang saat ini sedang melakukan penyempurnaan sistem dan formula penilaian Maturity Rating.

Proses revisi tersebut berdampak pada penundaan sementara pelaksanaan penilaian mandiri atau self-assessment yang sebelumnya menjadi tahapan awal evaluasi perguruan tinggi.

Meski demikian, Undana memilih untuk tidak menunggu hingga regulasi baru diterbitkan. Sebaliknya, manajemen kampus mengambil langkah antisipatif dengan mempercepat proses inventarisasi data dan pengumpulan dokumen pendukung.

Seluruh koordinator aspek diminta segera melakukan pembaruan basis data, menata arsip digital, serta memastikan setiap capaian program memiliki bukti dukung yang valid dan terdokumentasi secara sistematis.

Strategi ini dinilai penting agar ketika sistem penilaian kementerian kembali dibuka, Undana telah siap mengunggah seluruh data tanpa harus melakukan perbaikan secara mendadak.

Belajar dari Evaluasi Sebelumnya

Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa pada periode evaluasi sebelumnya terdapat sejumlah capaian penting universitas yang belum berhasil terakomodasi secara maksimal dalam sistem penilaian nasional.

Masalah utama bukan terletak pada minimnya prestasi atau program kerja, melainkan pada kelemahan dokumentasi dan kurang optimalnya proses pengunggahan bukti dukung ke sistem pusat.

Akibatnya, beberapa program unggulan yang sebenarnya telah dilaksanakan dengan baik tidak tercatat secara utuh dalam hasil evaluasi kementerian.

Kondisi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Undana untuk memperkuat budaya dokumentasi dan pelaporan berbasis data. Dalam era transformasi digital, kualitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan program, tetapi juga kemampuan institusi dalam mengelola informasi secara akurat dan terintegrasi.

Karena itu, rapat koordinasi kali ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antarunit kerja dalam membangun sistem dokumentasi yang lebih tertata, mudah diakses, dan memenuhi standar audit nasional.

Membangun Kepercayaan Publik

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap transparansi lembaga publik, penguatan Maturity Rating memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar memenuhi kewajiban evaluasi pemerintah.

Instrumen ini menjadi sarana untuk membangun kepercayaan publik terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. Semakin baik tata kelola yang diterapkan, semakin besar pula keyakinan masyarakat bahwa pengelolaan anggaran, pelayanan akademik, serta program pengembangan kampus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab.

Bagi Undana, sebagai perguruan tinggi terbesar di Nusa Tenggara Timur, kepercayaan publik merupakan modal penting dalam mendukung peran kampus sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di kawasan timur Indonesia.

Melalui penguatan Tim Maturity Rating, Undana menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sistem pengawasan internal, serta memastikan setiap program pembangunan kampus berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan transparansi.

Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menjadikan Undana sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi model tata kelola perguruan tinggi yang modern, profesional, dan berorientasi pada mutu.

Dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat, Undana optimistis mampu meningkatkan tingkat kematangan organisasi sekaligus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang terpercaya dan berdaya saing di tingkat nasional.