Kehadiran berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa kompetensi perpajakan kini menjadi salah satu kebutuhan utama dalam dunia usaha, pemerintahan, maupun sektor jasa keuangan. Di tengah transformasi digital dan semakin kompleksnya regulasi fiskal nasional, tenaga kerja yang memiliki kemampuan teknis di bidang perpajakan menjadi aset yang sangat dibutuhkan.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori akademik. Kampus harus mampu menghadirkan program-program yang memberikan nilai tambah kompetensi sehingga lulusan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja sejak dini.

Menurutnya, peluncuran Program Brevet Pajak A dan B merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan ekonomi nasional.

“Dengan populasi lebih dari 35 ribu mahasiswa di Undana, peningkatan literasi dan keahlian praktis perpajakan ini diproyeksikan membawa dampak luas. Kami juga mengapresiasi FEB yang tengah menyiapkan rancangan pembukaan Program Studi Perpajakan demi menjawab kebutuhan pasar kerja,” ujar Prof. Jefri.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.