Menurutnya, dunia kerja global lebih menekankan pada kompetensi, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan dan lingkungan internasional.
“Kuliah jangan hanya untuk mengurus ijazah. Mahasiswa harus mengasah kompetensi, skill, dan life skill mereka. Karena bekerja di Jerman bukan soal ijazah semata. Dunia kerja membutuhkan kemampuan yang benar-benar bisa diterapkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa ijazah hanya menjadi bukti seseorang pernah menempuh pendidikan tinggi. Namun, kemampuan berpikir kritis, keterampilan teknis, etos kerja, dan kemampuan komunikasi menjadi faktor yang lebih menentukan dalam persaingan kerja global.
Karena itu, penguasaan bahasa asing menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan. Timotius menyebutkan bahwa kemampuan berbahasa Jerman merupakan salah satu persyaratan utama bagi tenaga kerja yang ingin bekerja di negara tersebut.
Selain bahasa Jerman, kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi nilai tambah yang sangat penting untuk mendukung komunikasi dan adaptasi di lingkungan kerja internasional.
