“Skill dan bahasa menjadi penentu. Untuk bekerja di Jerman, seseorang wajib memiliki kemampuan bahasa Jerman. Bahasa Inggris juga sangat membantu. Negara seperti Jerman memiliki standar yang ketat sehingga calon pekerja harus benar-benar mempersiapkan diri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa negara-negara maju seperti Jerman dan Jepang menerapkan proses seleksi yang ketat terhadap tenaga kerja asing. Oleh karena itu, calon pekerja harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta kemampuan bahasa yang memadai.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan tersebut, Universitas San Pedro berencana menyediakan program kursus bahasa Jerman bagi mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin mempersiapkan diri bekerja di luar negeri.
Saat ini kampus tersebut belum memiliki program bahasa Jerman secara formal dalam kurikulum akademik. Namun, pihak universitas telah menyiapkan langkah untuk menghadirkan pelatihan bahasa sebagai bagian dari program pendampingan calon tenaga kerja.
“Untuk saat ini kami memang belum memiliki program bahasa Jerman secara khusus. Tetapi kami akan menyediakan kursus bagi para peserta sebagai wadah pembelajaran dan persiapan sebelum mereka mengikuti program kerja ke Jerman,” jelasnya.
