Basmi Wabah Corona, Pemkot Kupang Rela Potong Dana Proyek Rp 45 Miliar 

Dibaca 209 kali

Faktahukumntt.com-PEMKOT KUPANG

Tak mau main-main dengan nyawa, Pemerintah Kota Kupang di bawah kendali Dr. Jefri Riwu Kore dan dr. Hermanus Man siap berperang habis-habisan melawan wabah corona virus desease (Covid-19).

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 45 miliar.

Hal ini disampaikan langsung Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man usai teleconference bersama Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan seluruh kepala daerah se-NTT di Balai Kota, Senin (31/03/2020) siang.

Saat diwawancarai awak media, dr. Herman menjelaskan anggaran yang ada saat ini guna mendukung Tim Gugus Percepatan Penanganan dan Pencegahan Covid-19 bersumber dari dana darurat yang berjumlah Rp 1 miliar. Selanjutnya dana rasionalisasi bidang kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah S.K. Lerik sekitar Rp 4,5 miliar.

Ia melanjutkan Pemkot sementara menyusun restrukturisasi anggaran sebesar Rp 45 miliar bagi pengadaan 10 ruang isolasi dengan dilengkapi hepafilter bagi pembersih udara dan sterilisasi ruangan.

Baca Juga :  Bedah Rumah Bukti Sejarah  Keberpihakan Kepemimpinan Firman-Mu terhadap Wong Cilik

“Yang perlu kita cari sekarang adalah Rp 45 miliar. Ini untuk pertama membangun ruang isolasi lengkap dengan hepa filter sehingga udara yang keluar itu sudah bebas. Yang kedua kita perlu membuat rumah tunggu untuk paramedis. Jadi selama mereka bertugas itu mereka tidak pulang, karena itu disiapkan asrama dan biaya hidup mereka sampai penanganan kasus selesai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dalam dana Rp 45 miliar tersebut terakomodir dana untuk penanganan dampak ekonomi rakyat. Jumlahnya sekitar Rp 25,5 miliar. Untuk mendapatkan besaran anggaran tersebut, dilakukan rasionalisasi pada setiap proyek yang belum ditender.

Baca Juga :  Diduga Ada SPPD Fiktif Di DPRD Malaka, Hendri Melky Simu: Siapa Si Pembuat Memo?

“Untuk penanganan dampak ekonomis diperuntukkan untuk satu kelurahan itu kita persiapkan Rp 500 juta, sehingga untuk keseluruhannya Rp 25,5 miliar. Nah, total ini adalah sekitar Rp 45 miliar. Dari mana kita memperoleh semua dana itu? Yang pertama rasionalisasi seluruh proyek.

Jadi proyek-proyek yang belum ditender nanti kita akan rasionalisasi kembali. Kita membatalkan seluruhnya, konsentrasi pada hal-hal yang sudah disepakati,” pungkasnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment