BMPS NTT Sampaikan Permasalahan Sekolah Swasta di NTT, Senator Paul Liyanto Janji ‘Teriak’ di Paripurna DPD

Dibaca 263 kali Reporter : BMPS NTT verified

Let us BMPS NTT, Winston N. Rondo bersama senator Paul Liyanto bersama staff BMPS gelar pertemuan di Kantor DPD Kupang, 10 Oktober 2022

KOTA KUPANG, faktahukumntt.com – 10 Oktober 2022

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) melitanikan poin-poin kunci permasalahan yang diderita sekolah-sekolah swasta di daerah ini kepada Senator Paul Liyanto. Penyerapan aspirasi ini sebagai salah satu kegiatan Paul selama masa reses.

Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) NTT di Jalan Polisi Militer Kupang, Senin (10/10/2022), Ketua BMPS NTT, Winston Rondo, memaparkan empat poin kunci permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah swasta di NTT kepada Paul Liyanto beserta rekomendasi jalan keluarnya.

Pertama, permasalahan terkait pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2022. Dinas pendidikan menggelar PPDB online 2022 dengan sistem online tetapi kemudian sekolah-sekolah negeri membuka pendaftaran secara offline. Dampaknya, penumpukan peserta didik di sekolah negeri tidak berbanding lurus dengan ketersediaan ruangan kelas. Proses belajar mengajarpun digelar pagi serta siang/sore hari. “Sangat tidak efektif untuk pendalaman pendidikan karakter,” tambah Romo Kornelis Usboko, Ketua Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Kupang (KAK).

Baca Juga :  Wawali Kota Kupang Launching Kampung Sadar Inflasi di Kelurahan Kayu Putih

Contoh kasus di SMK Sint Carolus Kupang. Sekolah ini sudah menerima pendaftaran 110 siswa baru tahun 2022. Ketika sekolah negeri membuka pendaftaran offline, 40 siswa diam-diam lari ke sekolah negeri. Di tahun yang sama, SMAK Ki Hajar Dewantara Kupang hanya memiliki 7 siswa baru. “Situasi yang sama dialami banyak sekolah swasta lainnnya,” Winston mengamini.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment