Bupati Don Ungkap Tujuh Catatan Prestasi Pemda Nagekeo dibawa pimpinannya

Dibaca 289 kali

Faktahukumntt.com – NAGEKEO,

Bupati Nagekeo Johannes Don Bosco Do, M.Kes dalam sambutannya pada upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke – 75 di halaman kantor Bupati Nagekeo pada senin (17/08/2020) mengungkapan setidaknya 7 prestasi yang telah dicapai Pemerintah Daerah (pemda) Kabupaten Nagekeo selama kurang lebih 2 tahun kepemimpinannya bersama wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, SH.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, M.Kes, Ketika membawakan Pidato dalam rangka perayaan HUT RI ke – 75, di halaman kantor Bupati Nagekeo, Senen (17/08/2020). Foto : Dokumen Faktahukumntt.com.

Sederetan prestasi yang diungkap Bupati Don dalam pidatonya  antara lain: 1). Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi.

Duraikan Bupati Nagekeo, Berdasarkan perhitungan statistik, gambaran Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Nagekeo atas dasar harga berlaku pada tahun 2019 mencapai 2,24 triliun rupiah. Secara nominal, nilai PDRB ini mengalami kenaikan sebesar 133,96 miliar rupiah dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan harga, angka PDRB juga mengalami kenaikan, dari sebelumnya Rp 1,31 triliun mengalami peningkatan menjadi Rp 1,37 triliun rupiah pada tahun 2019.  Hal ini menunjukan bahwa kondisi ekonomi daerah terus mengalami pertumbuhan secara signifikan.

2). Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal, saat ini Kabupaten Nagekeo sudah berhasil keluar dari Kategori Kabupaten tertinggal.

Baca Juga :  1 Juli 2021 Partai UKM Indonesia Buka Pendaftaran Pengurus Kecamatan se Indonesia

Indikator Nagekeo keluar dari Kabupaten tertinggal bersarkan penjelasan Bupati Nagekeo adalah, perekonomian masyarakat yang semakin bertumbuh baik, sumber daya manusia yang semakin meningkat, sarana dan prasarana yang semakin terbenahi, kemampuan pengelolaan keuangan daerah, aksesibilitas terjangkau serta karakteristik daerah yang dinilai semakin baik peningkatannya.

3). Penilaian Kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah mengalami peningkatan hasil (kinerja) yaitu dari nilai semula CC meningkat ke nilai B dengan skor 62,35 atau” terkategori baik” yang terukur melalui keunggulan kita dalam 3 aspek. Pertama, Efektifitas penggunaan dana, Kedua, Kualitas pembangunan budaya kerja birokrasi, dan Ketiga, Penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi hasil.

4). Kabupaten Nagekeo memperoleh Opini “Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)” dari Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi NTT terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo Tahun Anggaran 2019 untuk pertama kalinya.

5. Sukses melaksanakan sejumlah event yang bersifat terobosan inovatif melalui semangat swadaya partisipatif masyarakat dan terutama kaum muda yaitu Pertama, Festival Literasi Tingkat Provinsi di Nagekeo yang melibatkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota, yang menampilkan parade 1000 Esu Kose. Melalui Festival ini, Kabupaten Nagekeo ditetapkan sebagai Kabupaten Literasi oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indinesia. Kedua, Festival kuliner dengan menampilkan makanan laut (sea food) di desa Nangadhero). Ketiga, Festival Daging Domba untuk memasyarakatkan dan mempromosikan sajian menu masakan domba sebagai sajian makanan khas di Kabupaten Nagekeo. Keempat, kita juga sukses memfestivalkan Bursa Inovasi Desa di 4 klaster wilayah dengan mengikutsertakan peserta dari 7 kecamatan, yang berhasil mengidentifikasi berbagai jenis inovasi yang akan ditiru dan diadopsi di 97 Desa se-Kabupaten Nagekeo.

“Semua gerakan inovatif ini terpayungi dalam spirit ”Bela dan Beli
Nagekeo” yaitu sebuah komitmen moral untuk mengembalikan kecintaan masyarakat Nagekeo pada produk-produk lokal yang dulu menjadi kebanggaan nenek moyang warga Nagekeo”  ucap  Bupati Don.

6.Buapati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do mengungkapan bahwa, Kita patut berbangga karena saat ini layanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah Aeramo mengalami peningkatan yang cukup baik dari keadaan sebelumnya.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang : Pemerintah Siap Renovasi Rumah Korban Angin Dan Longsor

Saat ini RSD Aeramo telah memiliki sembilan 9 Dokter spesialis yang terdiri dari Spesialis Ilmu Penyakit Dalam, Spesialis Penyakit Anak, Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Spesiallis Ilmu Bedah, Spesialis Anastesi, Spesialis Ilmu Penyakit Mata, Spesialis Ilmu Penyakit Mulut, Spesialis Patologi Klinik, serta Spesialis Ilmu Kesehatan Jiwa.

Bupati Don menuturkan bahwa, Dengan kehadiran para dokter spesialis ini menunjukan keseriusan kita untuk memberikan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa membebani masyarakat dengan beban biaya tinggi.

7). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia
Nomor 87/PMK.07/2020 Tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah Tambahan Tahun Anggaran 2020, Kabupaten Nagekeo merupakan salah 1 (satu) dari 9 (Sembilan) Kabupaten/Kota di NTT yang menerima Dana Insentif Daerah Tambahan atas pengutamaan penggunaan alokasi anggaran atau refocusing APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Kupang Terima Bantuan APD dari WVI

“Penggunaan Dana Insentif Daerah diprioritaskan untuk mendorong pemulihan ekonomi di Daerah,
termasuk mendukung industri kecil, usaha mikro kecil dan menengah, koperasi dan pasar tradisional, serta penanganan covid bidang kesehatan dan bantuan sosial.” Demikian Terang Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam pidatonya.

Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment