Forkopimda, Tenaga Kesehatan dan Tokoh Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19 Perdana Di Kota Kupang

Dibaca 180 kali Reporter : Ril verified

Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. saat menerima Vaksin Covid-19, Jumat (15/01/2021)

Kota Kupang, faktahukumntt.com – 15 Januari 2021

Setelah Pemerintah pusat dan Provinsi NTT, hari ini, Kamis (15/1) giliran Pemerintah Kota Kupang melaksanakan Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tahap I Termin I bagi Forkopimda di Kota Kupang dengan tagline ‘Vaksin Covid-19, Aman dan Halal’.

Turut hadir Walikota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., dan Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man hadir bersama Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, S.E., para pejabat, tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat penerima vaksin tahap I

Tokoh masyarakat penerima vaksin tahap I termin I, antara lain Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.IK, Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos., M.Sc., M.Tr.Hanla., Kepala BNN Provinsi NTT, Isnaeni Ujiarto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Drs. Agus Ririmasse, AP., M.Si., Asisten Administrasi Umum Sekda, Yanuar Dally, S.H., M Si., Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Rudy Priyono, S.KM., M.Kes., Kabag Prokompim Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., Perwakilan dari Karang Taruna, Stenly Boymau dan 2 orang yang mewakili tenaga kesehatan, dr. Jessie Julian Mila Meha dan dr. Joanita Tukan.

Baca Juga :  Menyikapi Situasi Darurat Covid-19, Pemkot Kupang Terapkan Prokes Mulai Dari Tingkat Mikro
Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man persiapan menerima Vaksin Perdana, Jumat (15/01/2021)

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Kupang memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah hadir dan bersedia divaksin sebagai contoh bagi masyarakat. “Bapak ibu yang menerima vaksin perdana hari ini merupakan show windows di Kota Kupang agar menjadi contoh bagi masyarakat terutama mereka yang masih meragukan vaksin ini. Dengan bersedianya Bapak Ibu telah turut membantu penanggulangan Covid-19 di Indonesia khususnya di Kota Kupang”, kata Herman Man

Menurutnya negara sudah menjamin keamanan dan kesucian vaksin ini karena sudah bersertifikat halal oleh MUI dan jaminan aman oleh Kemenkes apalagi BPOM sendiri telah mengeluarkan hasil uji efikasi tahap 3 vaksin sebesar 65,3 %.

Baca Juga :  Gubernur NTT Sambut Baik Rencana Kolaborasi Bidang Pariwisata Dengan Pemprov Jabar

Lebih lanjut, dr. Herman menyebutkan bahwa per-hari ini, Kota Kupang telah mencatat 1.290 kasus positif Covid-19, dengan tingkat kesembuhan paling rendah se-NTT yaitu sebanyak 485 orang, sedangkan jumlah penderita meninggal 43 orang. Saat ini, katanya, ada 762 pasien yang melakukan isolasi mandiri. Keprihatinan oleh tingginya kasus Covid 19 itulah yang mendorong pemerintah untuk semakin memperketat penegakkan protokol kesehatan.

Menurutnya vaksinasi bukanlah satu-satunya solusi namun salah satu dari berbagai upaya pemerintah untuk memutuskan mata rantai kesakitan dan kematian akibat Covid 19. “Protokol Kesehatan juga kunci dan juga 3T yaitu testing, tracing dan treatment ditambah 1 program lagi yakni vaksinasi Covid-19.

Diakhir sambutannya, Dirinya mengajak semua yang hadir untuk tetap memperketat prokes dalam aktivitas sehari-hari melalui 3M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan serta membantu pemerintah untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya vaksin, karena vaksin covid 19 aman dan halal.

Baca Juga :  Kapolda Kalbar Berpesan Agar Dewan Adat Dayak Memiliki Pembina Rohani Saat Hadiri Pembukaan Rakor

Menurut laporan panitia yang dibacakan Kabid Pelayanan Medis RS S. K. Lerik, dr. M. Ikhsan, distribusi vaksin di Kota Kupang dari Gudang Farmasi Dinkes Kota Kupang ke lokasi vaksinasi telah memenuhi SOP distribusi vaksin Covid-19.

Vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dosis tunggal.

Mereka yang divaksin berjumlah 10 dari unsur Forkopimda, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang merupakan sasaran vaksin yang menerima sms blast sesuai daftar nama yang diajukan Subdit Imunisasi Kemenkes RI, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment