Penulis : Josse

Menurut Ridwan, proyek di PDAM dibuat dalam 8 kontrak dengan masing-masing lokasi Oelamasi, Tarus, Nitneo, Bolok dan Semau tahun 2015 sebesar 5 miliyar dan 2016 sebesar 1,5 miliyar total keseluruhannya 6,5 miliyar rupiah

David Laperihi beber Ridwan, sebagai Kontraktor pelaksana PT. Anisa Prima Lestari dan Cempaka Indah mendapat pekerjaan dengan nilai 2,7 miliar rupiah tahun 2015 dan 500 juta rupiah tahun 2016. Yang jelas terkait pengerjaan ditemukan indikasi kerugian negara mulai dari proses lelang, pelaksanaan hingga selesai pekerjaan pun tidak memenuhi asas manfaat. Tidak hanya itu, dari proses lelang, penentuan pemenang sudah direkayasa, diatur oleh panitia, dan melakukan pembayaran secara tunai dan hal ini bertentangan dengan aturan Menteri Keuangan.

Indikasi lain, jelas Ridwan, perusahaan-perusahaan yang bekerja untuk proyek di PDAM tersebut semuanya dengan cara pinjam bendera dan inilah bukti bahwa mereka tidak punya kapasitas untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang ini juga memastikan masih ada potensi untuk penetapan tersangka lain, diantaranya, direktur Perusahaan Air Minum, pelaksana dan rekanan.

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.