Meski Berkali-kali Diprotes Warga, PT Milik Baba Ton tetap Aktivitas Tambang Galian C di Wae Mese

Dibaca 293 kali Reporter : SL verified

LABUAN BAJO, faktahukumntt.com – 24 Juni 2022

Aktivitas tambang galian C kembali terjadi di sungai Wae Mese, Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar). Pengambilan Pasir dan Batu hanya berjarak sekitar 30 meter dari Jembatan Wae Mese.

Pada Jumat, 24 Juni 2022 nampak aktifitas exavator mengeruk pasir dimuat ke atas beberapa dumtruck di lokasi kurang lebih 30 an meter dari Jembatan Tiwu Ndaer Compang Longgo.
Leonardus Suhardiwan, warga Desa Compang Longgo mengatakan bahwa “aktivitas penambangan tersebut terjadi sejak Senin 19 Juni , diduga dari Perusahaan Handel karena disitu wilayah IUPOP Perusahaan Handel Berubah”

Beberapa warga yang ditemui di Kampung Tanah Dereng dan Kampung Handel menginfokan bahwa Perusahaan Handel Berubah dan Perusahaan Handel Berseri yang beroperasi dari tahun 2013-2021 mengangkut pasir dan batu didrop kepada dua Perusahaan Aspal Mixing Plant (AMP) di Wilayah Manggarai Barat yakni AMP di Nggorang milik Pengusaha Antonius Jomi alias Baba Ton, dan AMP di Handel Desa Compang Longgo milik Pengusaha bernama Baba Johan.

Baca Juga :  SMSI NTT Anugerahi Wali Kota Jeriko Sahabat Pers NTT

Lanjut warga bahwa Perusahaan Handel Berubah dan Handel Berseri diduga milik satu orang yakni Pengusaha Antonius Jomi alias Baba Ton. Warga sering protes dan adukan aktifitasnya sejak 2018 hingga 2022 karena tambang sangat dekat dengan Fasilitas Umum. Tetapi, meski berkali-kali diprotes dan diadukan warga, perusahaan masih nekat tambang dekat Fasilitas Umum di Wae Mese Desa Compang Longgo.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment