Pemkot Kupang Bangun Koordinasi, Wawali: Antisipasi Konflik Selama Natal dan Tahun Baru

Dibaca 244 kali Reporter : Pkp_ans verified

KOTA KUPANG, faktahukumntt.com – 23 Desember 2021

Pemerintah Kota Kupang menjalin koordinasi dengan TNI, Polri dan sejumlah stakeholder terkait dalam rangka mengantisipasi timbulnya konflik selama periode Natal dan Tahun Baru mendatang. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Kupang digelar Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kota Kupang Tahun 2021, yang bertempat di Aula Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (23/12).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan, periode Natal dan Tahun Baru kali ini bukan tidak mungkin bisa terjadi konflik. Apalagi dengan penerapan PPKM  dan pengetatan kerumunan tentunya berpeluang mengakibatkan sejumlah pihak merasa tidak puas. Semua kegiatan hanya boleh dihadiri 50 persen dari total kapasitas ruangan yang digunakan. Begitu pula pesta, selain hanya boleh dihadiri 50 persen undangan, para tamu tidak diperbolehkan makan di tempat dan dilarang untuk menggelar acara bebas. Di malam pergantian tahun baru, sesuai arahan dari pemerintah pusat dilarang untuk melakukan arak-arakan ataupun pesta kembang api. Larangan-larangan seperti ini menurutnya bisa saja menjadi pemicu konflik.

Karena itu kepada para peserta rapat koordinasi, Wawali mengimbau untuk mencoba memetakan sumber kerawanan yang berpeluang timbulkan konflik. Salah satu sumber timbulnya konflik menurutnya adalah minuman keras, yang selalu dikonsumsi warga di hampir setiap acara atau hajatan. Pemicu kerawanan lainnya yang perlu diantisipasi menurut Wawali yang juga berprofesi sebagai dokter itu adalah munculnya virus covid 19 varian omicron yang penyebarannya  5 kali lebih cepat dari varian biasa.  Sejumlah negara di Eropa sudah menerapkan lockdown akibat varian ini. Dikawatirkan jika virus ini makin melonjak kasusnya dan diberlakukan lockdown, bisa timbul kerawanan, tindak kriminal umum dan kekerasan oleh warga yang tidak mau taat prokes.

Baca Juga :  Komandan Korem 161/WS Beserta Staf, Perdana Uji Coba KMC Sea Rider RBB

Sumber konflik lainnya yang perlu diwaspadai di Kota Kupang menurut Wawali adalah sengketa tanah dan kehadiran para imigran asal Timur Tengah, yang sudah cukup lama ditampung di Kota Kupang. Untuk itu Wawali mengajak semua pihak terkait melakukan koordinasi dan menjalin kerja sama dalam mengatasi konflik sosial di Kota Kupang. “Mari ciptakan suasana yang kondusif dan tingkatkan semangat toleransi dan saling menghargai demi terciptanya Kota Kupang yang rukun,” pungkasnya.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment