Penulis : Josse

KOTA KUPANG, faktahukumntt.com – 18 Januari 2023

Pembangunan Stadion mini yang terletak di Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS) Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dibangun sejak Tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp. 3,3 Miliar, akhir-akhir ini menjadi perbincangan di masyarakat maupun di media sosial, tanggapannya sangat beragam.

Bahkan sejumlah anggota DPRD Kota Kupang juga ikut-ikutan menolak pemberian nama A. D. Riwu Kore pada lapangan sepakbola itu. Menanggapi polemik tersebut, beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kelurahan NBS bereaksi dengan keras, bahkan mereka membeberkan sejumlah fakta sejarah tentang jasa yang ditinggalkan sosok Almarhum A. D. Riwu Kore.

Salah satu tokoh masyarakat NBS, Welem Radja mengatakan bahwa dirinya menjadi saksi sejarah kehidupan masyakarat Nunbaun Sabu selama puluhan tahun, pandangan Welem sederhana sekali, siapa yang menabur pasti menuai dan menurutnya tidak ada persoalan jika stadion mini tersebut diberi nama A. D. Riwu Kore, karena beliau merupakan sosok yang berjasa mendirikan SDI Nunbaun Sabu, bahkan A. D. Riwu Kore menjadi Kepala Sekolah pertama di sekolah tersebut.

Bapa Wellem Raja Tokoh Masyarakat NBS

“Bapak A. D. Riwu kore adalah teman guru saya, kami bersama-sama membangun sekolah tersebut, sehingga sosok beliau layak diberikan tanda jasa dan penghargaan, jadi tidak ada yang salah dengan nama stadion mini itu,” ujar Welem yang ditemui di kediamannya, Rabu (18/01/2023).