*Warga Penerima Bantuan Bedah Rumah Minta Jeriko Terus Pimpin Kota Kupang*

Dibaca 270 kali Reporter : *** verified

Walikota Kupang, Jeriko saat bersama warga penerima bantuan Bedah rumah.

KOTA KUPANG, faktahukumntt.com – 14 Februari 2022

Program bantuan bedah rumah telah menjadi salah satu program prioritas di masa kepemimpinan Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H. Para penerima bantuan beserta kerabatnya, bahkan warga sekitar memberi apresiasi yang tinggi pada program ini. Dengan lugas mereka minta agar Jeriko, sapaan akrab Wali Kota, untuk terus memimpin Kota Kupang dan melanjutkan program baik ini.

Roni Robert Nalle, perwakilan dari keluarga Rintje Djawariwu, di Kelurahan Batuplat, saat penyerahan kunci rumah yang baru selesai dibedah, Sabtu (12/2) menuturkan masih banyak warga Kota Kupang yang menginginkan Wali Kota Jeriko untuk terus memimpin Kota Kupang. Tidak hanya program bedah rumah, sudah banyak program bermanfaat yang dikerjakan selama masa kepemimpinan Jeriko. Khusus untuk Kelurahan Batuplat, selain 7 unit rumah yang sudah dibedah, saat ini menurutnya sudah terpasang 230 titik lampu jalan. Juga ada bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP serta berbagai bantuan sosial bagi 700 kepala keluarga kurang mampu.

Ungkapan senada disampaikan Dominggu Hau, perwakilan dari keluarga Matias Tamelab di Kelurahan Mantasi. Menurutnya program bedah rumah yang menjadi prioritas Wali Kota Jeriko merupakan program jitu, yang melihat sampai pada hal-hal detail yang menjadi kebutuhan warga. Rumah yang dulunya reot dan tidak layak huni kini menjadi jauh lebih baik. Ditambahkannya, program yang sangat baik ini telah menjalin ikatan emosional antara Wali Kota Jeriko dengan warga. Bukan hanya warga penerima bantuan bedah rumah, tetapi juga warga sekitar yang turut berbahagia karena sesama saudaranya telah ditolong. Karena itu mereka mendukung penuh agar Jeriko terus menjadi pemimpin di Kota Kupang.

Baca Juga :  WALI KOTA KUPANG TERIMA PENGHARGAAN PARAMAKARYA 2019 DI ISTANA WAPRES

Daniel Libing, perwakilan dari keluarga Satrio Hendrik Djami di Kelurahan Manutapen mengakui rumah adalah kebutuhan mendasar warga. Karena itu,menurutnya bantuan bedah rumah ini akan tercatat dengan tinta emas dan sulit dilupakan oleh semua orang. “Masa jabatan Bapa akan berakhir, tapi karya Bapa tidak akan berakhir,” ungkapnya. Dia juga mengapresiasi pekerjaan pengelolan air bersih SPAM Kali Dendeng, yang dikerjakan di masa kepemimpinan Jeriko. Menurutnya ini merupakan jawaban dari impian sesepuh mereka terdahulu, mantan Kepala Desa Manutapen pertama, Bapak Hendrik Djami, yang juga merupakan ayah dari penerima bantuan bedah rumah, Satrio Hendrik Djami. Saat itu Hendrik Djami bersama tokoh masyarakat Taebenu, Corinus Tanof memiliki ide untuk mengambil air dari Kali Dendeng bagi warga di wilayah Taebenu. Impian tersebut akhirnya terwujud di masa kepemimpinan Jeriko.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment