Wawali Herman Man Yakin Pemkot Kupang Siap Hadapi Lonjakan Kasus Omicron

Dibaca 1.3K kali Reporter : *** verified

Tampak Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang; Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng saat jumpa pers bersama awak media

KOTA KUPANG, faktahukumntt.com – 8 Februari 2022

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 varian Omicron, Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kupang; Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK dan Kasdim 1604 Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin turun bersama memantau kesiapan pada sejumlah fasilitas isolasi terpusat (isoter) dan RSUD SK Lerik, Selasa (8/2).

Pemantauan hari ini merupakan hasil kesepakatan bersama mereka, sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden kemarin. Turut serta dalam pemantauan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kupang, Ignasius Lega, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, Kadis Nakertrans Kota Kupang yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota dan Plt. Asisten I Sekda, Thomas Dagang, S.Sos, M.Si, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang yang baru dilantik, Ernest S. Ludji, SSTP, M.Si serta Direktur RSUD SK Lerik, dr. Marsiana Halek dan Kabag Tata Pemerintahan Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, SSTP,M.Si.

Pemantauan dimulai dari Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) yang terletak di wilayah Liliba. Rombongan Wawali bersama Forkopimda diterima oleh Kepala Bapelkes, Meffi B. Eoh, SH bersama jajarannya. Dalam penjelasannya saat mendampingi rombongan meninjau ruang isolasi, Meffi menjelaskan, Bapelkes Kupang yang merupakan salah satu UPTD dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, memiliki 5 asrama dengan total 64 tempat tidur.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Tangguh Pemkot Kupang Minta Dukungan Pusat

Rencananya tiga asrama akan dijadikan sebagai ruang isolasi terpusat, sedangkan dua asrama lainnya akan menjadi tempat istirahat bagi para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien covid 19. Dia memastikan dalam waktu 2 minggu ke depan ruangan-ruangan tersebut sudah bisa digunakan sebagai fasilitas isolasi. Wawali selain melihat kondisi kamar isolasi juga memastikan kesediaan air, listrik, fasilitas wifi, juga ketersediaan mobil ambulance untuk merujuk jika ada pasien yang kritis serta mobil operasional untuk mengangkut tenaga kesehatan.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment