Kain Tenun Ikat NTT Masuk Era Baru Dunia Desainer, Bunda Julie Bertekad Mandirikan Anak Muda dan Kaum Ibu 

Dibaca 2.2K kali Reporter : *** verified

Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota DPR-RI dari Partai Nasdem Dapil I, Ketua Dekranasda NTT

KUPANG-NTT, faktahukumntt.com – 17 April 2022

Nama Bunda Julie sudah sangat populer dan merakyat di persada hati nurani kaum ibu penenun dan kaum muda pencinta tenun ikat, model dan desain di Bumi Flobamora, NTT. Suara dari ibu-ibu di kampung-kampung yang pernah dikunjungi Bunda Julie rata-rata memberikan nuansa segar bagi dunia tenun ikat warisan karya seni para leluhur. Para ibu penenun sangat senang karena Bunda Julie selalu membeli sarung hasil tenunan mereka dalam setiap kunjungannya.

Pertanyaan kemudian muncul, untuk apa Istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (Bunda Julie, red) harus mengeluarkan uang banyak membeli sarung-sarung karya para ibu yang ia temui dalam setiap kunjungannya ke berbagai daerah di NTT? Jawabannya, selain untuk diolah menjadi beragam busana modern, ada pula untuk dipamerkan dan dijual kembali dalam berbagai pameran di tingkat, nasional maupun internasional. Apa yang dilakukan Bunda Julie itu, selain mengangkat nilai budaya unik dan langka karya seni leluhur NTT juga untuk meningkatkan pendapatan ekonomi kaum ibu di NTT.

Salah satu contoh dalam meningkatkan produksi dan ekonomi kaum ibu, Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie ini juga telah melakukan gebrakan besar dengan menyulap gedung Kantor Dekranasda NTT di jalan Kuanino Kota Kupang menjadi miniatur budaya tenun ikat NTT. Rasa-rasanya, setiap mata yang melihat gedung Dekranasda pasti tercengang, lantaran selama ini gedung tersebut terlihat seperti gedung yang tak berguna, tetapi kini di dalamnya penuh dengan pajangan produk-produk UKM khas NTT, dan secara khusus kain sarung berbagai motif dari seluruh penjuru kabupaten di NTT.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Seorang Ibu di Manggarai Barat Melahirkan di Jalan

Agar tenun ikat NTT mendunia, Bunda Julie tidak hanya mendorong para ibu terus menenun, tetapi ia memberikan bantuan modal dan benang melalui Dekranasda dan bantuan pribadi. Ia juga memasarkannya melalui mode-mode busana karya para ibu maupun para desainer muda ke tingkat nasional dan internasional melalui ajang fashion show.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment