Membangun NTT Terlebih Dahulu Membangun Perspektif dan Mindset, Disertai dengan Strategi yang Efektif

Dibaca 89 kali Reporter : Jerry Nenohai. verified

Gubernur VBL terima kunjungan Ketua Sinode GMIT NTT Pdt. DR. Mery Kolimon, yang menyampaikan keikutsertaan Sinode GMIT NTT pada Sidang Raya Gereja-gereja Sedunia yang ke-7 di Jerman dan Ketua Panitia Festival Laut Olamangcari (Festival cari hidup) Pdt. Jeny Missa, S.Si (Teol), M.Sn,

KUPANG-NTT, faktahukumntt.com – 10 Mei 2022

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyatakan “kita sudah terlalu lama tidur panjang dan terbiasa dengan keadaan yang pasrah serta menerima apa adanya keadaan kita saat ini, sering kali hal ini menjadi penghambat utama kemajuan kita, untuk itu sudah saatnya kita harus bangun dan merubah perspektif kita, cara berpikir kita untuk maju dengan mengusung strategi-strategi yang baru yang lebih efektif yang tepat sasaran dan lebih terasa manfaatnya ke masyarakat”.

Hal tersebut disampaikan VBL saat menerima kunjungan Ketua Sinode GMIT NTT Pdt. DR. Mery Kolimon, yang menyampaikan keikutsertaan Sinode GMIT NTT pada Sidang Raya Gereja-gereja Sedunia yang ke-7 di Jerman dan Ketua Panitia Festival Laut Olamangcari (Festival cari hidup) Pdt. Jeny Missa, S.Si (Teol), M.Sn, dalam rangka Festival Laut Olamangcari menyambut masa pemulihan ekonomi masyarakat pasca Pandemi Covid-19, di Desa Dadibira, Kecamatan Pura Utara Kabupaten Alor pada tanggal 14-15 Juni 2022.

“Kita memiliki banyak kekayaan alam yang sangat bernilai tinggi, baik itu kekayaan laut berupa ikan, lobster, rumput laut dan hasil laut lainnya yang berkualitas tinggi, maupun kekayaan alam lainnya seperti tumbuh-tumbuhan langka yang bernilai tinggi seperti anggrek ekor tupai”. namun karena kebodohan kita dan perspektif serta cara pandang kita yang salah, sehingga kita tidak mengetahuinya dan tidak mampu membaca peluang yang ada disekitar kita, diluar dari Kupang itu ilmunya sama saja, tetapi yang membedakannya adalah perspektifnya yang berbeda, cara bergaulnya berbeda, cara dia mengenal orang disekitar dan membangun relasi berbeda”. Jelas Gubernur NTT (VBL)

Baca Juga :  Soal Percepatan Penurunan Angka Stunting, Gubernur VBL Minta Kepala Daerah Gunakan Target Paksa

Selanjutnya VBL juga menegaskan “Di Otan (Pantai Otan) karena kita peduli kepada Penyu dengan tidak merusak habitat serta menjaga kelestariannya, kalau penyu itu datang kita tidak boleh menyentuh atau mengganggunya, sekarang kita bisa melihat hasilnya, penyu sudah mulai banyak bermunculan, kita sudah tidak susah lagi untuk melihat keberadaannya, untuk itu harus ada kecintaan kita terhadap alam dan kalau ada saja sedikit keperdulian kita kepada alam, maka dengan sendirinya alam akan merefresh dirinya sendiri dan akan membangun dirinya buat kita”. Jelas Gubernur Viktor.

Selanjutnya
Tulisan ini berasal dari redaksi
Tetap terhubung dengan kami:

Comment