Ketua Majelis Klasis Kupang Tengah, Pdt. Alfred Waangsar, mengingatkan bahwa mutasi dalam tubuh gereja adalah sesuatu yang lumrah dan merupakan bagian dari perjalanan iman.
Menurutnya, setiap perpindahan tugas harus dimaknai sebagai kesempatan untuk merefleksikan kasih Tuhan yang bekerja melalui berbagai dinamika kehidupan.
“Para pendeta harus menerima tugas ini dengan iman dan sukacita. Dinamika pelayanan pasti ada, tetapi percayalah Tuhan pasti menolong,” pesannya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan gerejawi tidak selalu berjalan dalam situasi yang mudah. Tantangan, perbedaan karakter jemaat, hingga perubahan lingkungan sosial menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi setiap pelayan Tuhan.
Tujuh Tahun yang Meninggalkan Jejak
Bagi jemaat GMIT Narwastu Noelbaki, perpisahan dengan Pdt. Jane Tuulima-Konay bukanlah perkara sederhana. Selama tujuh tahun, ia tidak hanya hadir sebagai pemimpin rohani, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup jemaat dalam berbagai suka dan duka.
