“Katarak membuat saya hampir putus asa. Puji Tuhan, ada orang-orang baik yang membantu kami. Hari ini, saya merasa seperti dilahirkan kembali,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan kemanusiaan ini tak mungkin terwujud tanpa kerja sama lintas lembaga. Dari YPP SCTV–Indosiar, Kongregasi Puteri Reinha Rosari, Yayasan Karya Alpha Omega, Sentra Efata Kupang, hingga PERDAMI dan Pemkab Kupang, semua bergandengan tangan demi satu tujuan: membuka kembali jendela kehidupan bagi 400 penderita katarak.

“Ini bukan sekadar operasi. Ini pelayanan kasih. Bukti bahwa kita tidak membiarkan mereka berjalan dalam gelap,” ungkap Yosef.

Cahaya Baru untuk Hidup yang Lebih Bermakna

Bagi banyak pasien, operasi ini bukan hanya mengembalikan penglihatan, tapi juga kemandirian. Seorang bapak yang dulunya harus dituntun ke ladang kini berharap bisa kembali bekerja. Seorang nenek yang selama ini tak bisa menjahit, kini ingin kembali mengisi waktu dengan keterampilan yang ia cintai.

Katarak mungkin telah merenggut sebagian kebahagiaan mereka, tetapi hari itu, di RSUD Naibonat, ratusan orang menemukan cahaya baru.