Christian Widodo Ukir Sejarah, Pemkot Kupang Kucurkan Hibah Rp100 Juta untuk Atlet Disabilitas NPC Kota Kupang

FHC, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan olahraga disabilitas melalui pemberian dana hibah sebesar Rp100 juta kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang. Bantuan tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah sejak organisasi olahraga penyandang disabilitas itu berdiri di Kota Kupang.

Kepastian pemberian hibah tersebut disampaikan langsung Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi pengurus NPC Kota Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (7/7/2026).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua NPC Kota Kupang Wilfridus Wene, Wakil Sekretaris Stefania E. Moke, Bendahara Imelda M. Lema, Wakil Bidang Pendidikan dan Perencanaan Febby Priskila Fransie, Biro Hukum Maria Dela Maya, serta Asisten Pelatih Johnly Tanaem. Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang Alan Y. Girsang, S.H., beserta jajaran.

Dalam kesempatan itu, Christian Widodo mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya dapat bertemu langsung dengan para pengurus dan atlet NPC. Menurutnya, dukungan terhadap atlet disabilitas merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.

Ia menjelaskan bahwa dana hibah sebesar Rp100 juta tersebut berhasil dialokasikan melalui langkah efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah daerah di sejumlah sektor.

“Ketika pembahasan anggaran tahun 2025 lalu, saya berdiskusi dengan Kadispora dan Badan Keuangan. Saya menegaskan bahwa meskipun kondisi fiskal daerah terbatas, Pemerintah Kota Kupang tetap harus memberikan dukungan kepada NPC Kota Kupang melalui dana hibah,” ujar Christian.

Menurut dia, kebijakan efisiensi anggaran tidak hanya dilakukan pada program-program tertentu, tetapi juga menyentuh fasilitas kepala daerah. Salah satu langkah yang diambil adalah tidak mengadakan kendaraan dinas baru demi mengoptimalkan penggunaan anggaran untuk program yang lebih berdampak bagi masyarakat.

“Kita melakukan penghematan, termasuk di bagian umum. Saya memilih untuk tidak membeli mobil dinas baru. Ada hal-hal yang bisa kita korbankan agar anggaran tersebut dapat dialihkan untuk mendukung pembinaan atlet disabilitas,” katanya.

Wali Kota berharap dana hibah tersebut dapat menjadi stimulus bagi NPC Kota Kupang dalam memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas latihan, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, hingga memfasilitasi keikutsertaan atlet dalam berbagai ajang kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

Sebagai organisasi yang baru terbentuk secara resmi pada tahun 2025, NPC Kota Kupang dinilai membutuhkan dukungan yang memadai agar mampu membangun sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Karena itu, Christian menekankan pentingnya pengelolaan anggaran secara efektif dan tepat sasaran. Ia meminta agar sebagian besar dana hibah digunakan langsung untuk kebutuhan atlet dibandingkan biaya operasional organisasi.

Menurutnya, sekitar 80 persen dana hibah sebaiknya dialokasikan untuk mendukung pembinaan atlet, kebutuhan komunikasi, serta peremajaan fasilitas latihan. Sementara biaya operasional sekretariat diharapkan tidak melebihi 20 persen dari total anggaran yang diterima.

“Fokus utama harus pada atlet. Dana ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para atlet agar pembinaan dapat berjalan maksimal,” tegasnya.

Selain aspek pembinaan olahraga, Christian juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. Ia meminta pengurus NPC Kota Kupang menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita tidak hanya ingin tertib dalam prestasi, tetapi juga tertib dalam administrasi. Akuntabilitas penggunaan anggaran harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan atlet, Wali Kota juga mendorong NPC Kota Kupang membangun sinergi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Kupang. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelatih, berbagi pengalaman, hingga memanfaatkan fasilitas latihan secara bersama.

Sementara itu, Ketua NPC Kota Kupang Wilfridus Wene menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas perhatian yang diberikan kepada komunitas olahraga disabilitas.

Menurutnya, hibah yang diberikan menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan nyata terhadap perjuangan para atlet disabilitas yang selama ini terus berlatih dan berkompetisi dengan berbagai keterbatasan.

“Kami baru dibentuk secara resmi pada tahun 2025. Karena itu, dukungan hibah dari Pemerintah Kota Kupang merupakan perhatian yang sangat besar dan memberikan semangat baru bagi kami untuk terus berkembang,” kata Wilfridus.

Ia mengakui bahwa proses pembinaan atlet disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menjaring atlet baru. Saat ini sebagian besar atlet yang tergabung dalam NPC Kota Kupang masih berasal dari kalangan pelajar.

Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan dana hibah tersebut secara optimal sesuai dengan peruntukannya dan memastikan seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara administratif.

Audiensi tersebut diakhiri dengan penandatanganan dokumen administrasi pencairan dana hibah yang saat ini sedang diproses oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kupang. Momen tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Wali Kota Kupang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, serta jajaran pengurus NPC Kota Kupang.

Pemberian hibah perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan olahraga disabilitas di Kota Kupang sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ruang yang setara bagi seluruh warga untuk berprestasi, tanpa terkecuali.