“Melalui program-program unggulan seperti 100.000 Sultan Muda dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Goes to Pesantren, kami terus mendorong lahirnya generasi muda dan pesantren yang mandiri, produktif, serta memiliki daya saing tinggi,” kata Herman Deru.

Ia optimistis penguatan ekonomi syariah dapat menjadi instrumen penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

FESyar Sumatera 2026 hadir bukan sekadar sebagai ajang pameran ekonomi syariah, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, pesantren, dan generasi muda.

Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, festival ini menghadirkan sejumlah program unggulan yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dari hulu hingga hilir.

Program pertama adalah PESAT (Pesantren Sejahtera Terakselerasi) yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren melalui penguatan kewirausahaan dan produktivitas usaha berbasis pesantren.