“Banyak harapan masyarakat NTT yang dititipkan kepada Undana. Karena itu, kita harus terus memastikan bahwa kehadiran universitas ini memberikan dampak nyata. Kebersamaan menjadi modal utama untuk mewujudkan tujuan tersebut,” ujar Prof. Jefri.

Pernyataan tersebut memiliki makna khusus mengingat Dies Natalis kali ini berlangsung di tengah masa awal kepemimpinannya sebagai Rektor Undana. Setelah hampir enam bulan menjalankan amanah sejak dilantik pada Desember 2025, Prof. Jefri memandang periode ini sebagai fase penting untuk membangun fondasi transformasi kelembagaan yang berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa berbagai tantangan masih dihadapi universitas, baik dalam aspek akademik, tata kelola, pelayanan publik, maupun penguatan daya saing di tingkat nasional. Namun, tantangan itu tidak boleh menjadi penghalang bagi seluruh warga kampus untuk terus bergerak maju.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi adalah sesuatu yang wajar. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan seluruh elemen kampus untuk menjaga harmoni, memperkuat kolaborasi, dan menempatkan kepentingan institusi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.