Semangat tersebut menjadi bagian dari visi besar Undana untuk menjadi universitas yang berdampak, bukan hanya dalam menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga dalam memberikan kontribusi konkret terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di NTT.
Dalam suasana santai setelah kegiatan olahraga, Prof. Jefri juga membagikan refleksi yang bersifat personal sekaligus inspiratif. Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memiliki ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun pekerjaan.
Menurutnya, setiap proses perubahan selalu diiringi oleh risiko kegagalan. Namun kegagalan tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari perjalanan, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang membentuk karakter dan kedewasaan.
“Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Dari kegagalan kita belajar menjadi lebih baik, lebih kuat, dan lebih matang dalam menghadapi tantangan berikutnya,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta yang mengikuti kegiatan. Di tengah tuntutan dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi, belajar dari kesalahan, dan membangun budaya kerja yang sehat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan institusi.
