Menurut Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, pihaknya telah mengantongi sejumlah petunjuk teknis, termasuk alamat IP dan rute pergerakan data dari pengirim email.

“Kami sedang telusuri apakah IP address yang digunakan adalah hasil penyamaran (spoofing) atau memang berasal dari wilayah tertentu. Ini akan menentukan apakah pelaku bisa dijerat hukum Indonesia atau hukum luar negeri,” terang Mayndra.

Kolaborasi Internasional Demi Keamanan Ibadah Haji

Keterlibatan FBI dalam penyelidikan ini memperkuat sinyal bahwa teror bom tersebut dipandang sebagai ancaman lintas negara, terlebih karena objek yang disasar adalah maskapai dan jemaah dari Arab Saudi yang merupakan aset negara sahabat. Densus 88 juga telah menjalin komunikasi dengan otoritas keamanan Arab Saudi untuk menyamakan data dan temuan awal.

“Ancaman ini bukan hanya mengganggu keamanan Indonesia, tapi juga menyentuh hubungan bilateral dan kepercayaan terhadap keamanan penerbangan haji,” ujar pengamat intelijen, Ridlwan Habib.