Gencatan Senjata Israel–Lebanon Ditolak Warga, Trauma Sejarah dan Ketidakpercayaan Menguat
FHC, Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari justru tidak disambut positif oleh sebagian masyarakat Israel.
Kesepakatan yang disebut diinisiasi melalui peran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, itu dicapai usai pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
Namun di lapangan, sentimen publik justru menunjukkan resistensi terhadap upaya damai tersebut.
Pengamat politik berbasis di Jaffa, Tel Aviv, Abed Abou Shhadeh, menyebut masyarakat Israel—terutama di wilayah utara tidak melihat gencatan senjata sebagai solusi.
Menurutnya, konsep perdamaian bahkan semakin terpinggirkan dalam wacana politik domestik Israel.
“Kata ‘perdamaian’ hampir tidak lagi hadir dalam leksikon politik Israel selama 15 tahun terakhir,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa diskursus publik kini lebih didominasi pendekatan keamanan dan militer dibandingkan jalur diplomasi.
Gencatan Senjata Israel–Lebanon: Akar Ketidakpercayaan yang Dalam
Penolakan ini tidak muncul dalam ruang hampa. Konflik panjang antara Israel dan Lebanon telah membentuk trauma kolektif dan ketidakpercayaan yang mendalam.
