Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada meningkatnya suhu udara, tetapi juga mengancam ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, hingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Karena itu, perlindungan kawasan hutan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.

Hutan Adalah Benteng Pertama Perubahan Iklim

Dalam konteks Nusa Tenggara Timur, keberadaan kawasan hutan memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air, habitat satwa liar, penyerap karbon, sekaligus penyangga kehidupan masyarakat adat maupun masyarakat sekitar hutan.

Pemantapan kawasan hutan yang dilakukan BPKH bukan sekadar proses administrasi penataan batas, tetapi menjadi fondasi kepastian hukum pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Kepastian kawasan hutan akan memperkuat pengawasan terhadap potensi alih fungsi lahan, mengurangi konflik tenurial, serta mendukung berbagai program rehabilitasi hutan dan lahan.