FaktahukumNTT.com, JAKARTA 31 Mei 2025 – Masuknya perusahaan energi global asal Prancis, HDF Energy, ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menandai babak baru transformasi energi bersih di Indonesia. Bersama PT PLN (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), HDF resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis untuk menggarap proyek pembangkit listrik berbasis hidrogen hijau.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron ini merupakan langkah konkret dalam mendukung transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission 2060.
Kolaborasi Strategis Internasional
Kesepakatan ini melibatkan tiga institusi kunci: Hydrogène de France (HDF Energy), PT PLN (Persero), dan PT SMI. Proyek ini fokus pada pengembangan Renewstable® power plant, sebuah teknologi pembangkit listrik yang mengombinasikan energi terbarukan seperti surya dengan penyimpanan hidrogen untuk menghasilkan listrik bersih 24 jam nonstop.
“Kolaborasi ini tidak hanya simbol solidaritas global, tapi juga katalisator untuk menciptakan ekosistem hidrogen hijau yang kokoh di Indonesia,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.
NTT Jadi Lokasi Strategis
Lebih dari sepertiga portofolio proyek HDF di Indonesia akan berlokasi di NTT, menjadikannya pusat penting dalam transformasi energi hijau nasional. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut baik proyek ini sebagai langkah historis menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar proyek energi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan energi, pengurangan emisi karbon, dan pertumbuhan ekonomi hijau,” tegas Melkiades.
Dukungan Internasional dan Pembiayaan Berkelanjutan
PT SMI akan menyediakan dukungan pembiayaan melalui platform SDG Indonesia One, termasuk pendanaan dari Uni Eropa yang disalurkan melalui Agence Française de Développement (AFD). Skema blended finance ini dirancang untuk mendukung proyek infrastruktur hijau dengan risiko investasi yang lebih terkelola.
CEO HDF Energy, Damien Havard, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem energi terbarukan di Indonesia, terutama di wilayah timur yang selama ini masih bergantung pada pembangkit diesel.
“Kami percaya bahwa Indonesia, dengan sumber daya alam yang melimpah dan visi transisi energi yang jelas, adalah lokasi strategis untuk membangun masa depan energi hijau,” ujarnya.
Menuju Ekosistem Energi Hijau Nasional
Proyek ini selaras dengan Rencana Aksi Nasional Hidrogen dan Amonia yang telah diluncurkan pemerintah, di mana hidrogen menjadi alternatif strategis dalam bauran energi nasional. Selain sektor kelistrikan, proyek ini juga akan mengeksplorasi penggunaan hidrogen untuk aplikasi maritim, membuka potensi ekonomi baru di kawasan pesisir NTT.
“Transformasi ini bukan lagi wacana, tapi telah dimulai. Ini adalah langkah besar menuju masa depan Indonesia yang bersih, hijau, dan mandiri energi,” ujar Presiden Direktur PT SMI, Reynaldi Hermansjah.
