Ia menyebut persetujuan pemegang saham memberikan fondasi hukum dan bisnis yang lebih kuat untuk mempercepat komersialisasi berbagai inovasi, memperluas sumber pendapatan berbasis teknologi, sekaligus membawa inovasi keamanan siber karya Indonesia ke pasar regional hingga global.

Melalui persetujuan RUPSLB, ruang lingkup kegiatan usaha ITSEC Asia kini mencakup penerbitan perangkat lunak, aktivitas pemrograman berbasis AI, aktivitas teknologi informasi, pengolahan data, serta perdagangan perangkat lunak dan komputer.

Perluasan tersebut akan mendukung pengembangan sejumlah platform yang telah dikembangkan perusahaan, antara lain IntelliBroń Aman, IntelliBroń Orion, IntelliBroń Threat Intelligence, serta Bronyx AI. Seluruh platform tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan deteksi, analisis, hingga respons terhadap ancaman siber secara lebih cepat dan cerdas.

Langkah ekspansi bisnis ini juga didukung hasil studi kelayakan independen yang menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha layak untuk dijalankan. Studi tersebut memproyeksikan model bisnis berbasis recurring revenue mampu menghasilkan rata-rata Gross Profit Margin sebesar 74 persen dan Net Profit Margin rata-rata 55 persen sepanjang periode 2026 hingga 2031.