Jejak selendang yang tergantung di bahu Agustinus Nahak hari itu, adalah simbol dari sesuatu yang lebih besar dari seremoni. Ia adalah warisan harapan, tanda persaudaraan, dan amanat ekologis yang tidak bisa diabaikan. Selendang itu membawa pesan dari bumi kepada manusia: “Rawat aku, maka aku akan merawatmu.”
Di tengah dunia yang terus mengabaikan alam, desa-desa kecil seperti Rabasa Haerain justru memberi pelajaran besar—bahwa perubahan dimulai dari hati yang mencintai, dari budaya yang menghormati, dan dari tangan-tangan yang mau kembali ke tanah.
