Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga diikuti pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan. Yosef menekankan, tidak boleh ada lahan nganggur dan orang nganggur di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Wakil Bupati Aurum Titu Eki mengingatkan pentingnya tanggung jawab bersama dalam kelompok tani untuk menjaga dan memanfaatkan alat dengan baik.

“Alat ini bukan milik pribadi. Rawat bersama, gunakan bersama, dan bila ada kelompok lain yang butuh, pinjamkan. Kita harus belajar berbagi demi kemajuan bersama,” pesan Aurum.

Dukungan juga datang dari Ketua HKTI NTT Fernando Soares. Ia menegaskan bahwa HKTI siap mendukung setiap program pertanian di NTT, termasuk di Kabupaten Kupang.

“Bila ada kebutuhan alsintan atau akses bantuan lain untuk peningkatan pertanian, HKTI siap membantu. Kita ingin petani NTT menjadi petani modern yang sejahtera,” tutur Fernando.

Salah satu penerima bantuan, Welem Nifu dari Poktan Desa Mata Air, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah.