Dijelaskannya pula, tidak hanya Pak Anis (sosok yang sebelumnya diduga membawa BBM), namun sebagian besar warga di sana memang terbiasa memanfaatkan mata air di belakang Pos Ailala sebagai sumber utama pasokan air bersih harian.

Ia memastikan bahwa jajaran di Pos Ailala bersih dari segala bentuk indikasi maupun aktivitas penyelundupan BBM.

Berikut klarifikasi berupa rilis pers resmi yang disampaikan usai melakukan klarifikasi terbuka bersama FaktaHukumNTT.com

LAPORAN KRONOLOGI DAN KLARIFIKASI

I. FAKTA-FAKTA

Kejadian Awal; Pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, pukul 09.00 WITA, seorang warga bernama Bapak Anis (50 th) melintas di depan Pos Ailala menggunakan sepeda motor Honda Revo dengan membawa 2 (dua) jerigen biru ukuran 35 liter untuk mengambil air bersih.

Munculnya Berita; Pada hari Selasa, 24 Maret 2026, pukul 07.55 WITA, muncul pemberitaan dari media Reformanews mengenai dugaan penyelundupan BBM yang melewati Pos Ailala.

Hasil Klarifikasi; Berdasarkan mediasi yang dilakukan oleh Danpos Ailala bersama Kepala Desa Alas Utara, dinyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Bapak Anis murni membawa jerigen untuk keperluan air minum/kebutuhan harian, bukan BBM.