FHC-Komandan Kompi (Danki) SSK 3, Kapten Arm Rosy Pujiantoro, membantah tegas tudingan adanya praktik penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal yang melibatkan oknum Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad, Rabu (25/03/26).

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa berita tentang penyelundupan BBM itu tidak benar. Faktanya, itu adalah masyarakat yang sedang mengambil air bersih di belakang Pos Ailala, yang rute perjalanannya memang melewati jalan di depan pos tersebut.” tegas Kapten Arm Rosy Pujiantoro.

Danki Kapten Arm Rosy Pujiantoro, menyambangi rumah warga yang diduga membawa BBM (Doc Istimewah).

Kapten Rosy menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan proses pembuktian dengan melibatkan Kepala Desa Alas Utara serta masyarakat yang diduga membawa BBM tersebut. Upaya verifikasi dilakukan secara langsung dengan menyambangi kediaman warga yang bersangkutan.

“Langkah klarifikasi dilakukan dengan mengunjungi rumah Pak Anis didampingi oleh Kepala Desa. Di sana, Pak Anis secara sadar memberikan penjelasan bahwa barang yang ia bawa bukanlah BBM sebagaimana yang diduga, melainkan hanya air,” tuturnya.

Dijelaskannya pula, tidak hanya Pak Anis (sosok yang sebelumnya diduga membawa BBM), namun sebagian besar warga di sana memang terbiasa memanfaatkan mata air di belakang Pos Ailala sebagai sumber utama pasokan air bersih harian.

Ia memastikan bahwa jajaran di Pos Ailala bersih dari segala bentuk indikasi maupun aktivitas penyelundupan BBM.

Berikut klarifikasi berupa rilis pers resmi yang disampaikan usai melakukan klarifikasi terbuka bersama FaktaHukumNTT.com

LAPORAN KRONOLOGI DAN KLARIFIKASI

I. FAKTA-FAKTA

Kejadian Awal; Pada hari Sabtu, 21 Maret 2026, pukul 09.00 WITA, seorang warga bernama Bapak Anis (50 th) melintas di depan Pos Ailala menggunakan sepeda motor Honda Revo dengan membawa 2 (dua) jerigen biru ukuran 35 liter untuk mengambil air bersih.

Munculnya Berita; Pada hari Selasa, 24 Maret 2026, pukul 07.55 WITA, muncul pemberitaan dari media Reformanews mengenai dugaan penyelundupan BBM yang melewati Pos Ailala.

Hasil Klarifikasi; Berdasarkan mediasi yang dilakukan oleh Danpos Ailala bersama Kepala Desa Alas Utara, dinyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Bapak Anis murni membawa jerigen untuk keperluan air minum/kebutuhan harian, bukan BBM.

II. KRONOLOGI KEJADIAN

1. Sabtu, 21 Maret 2026 (Waktu Kejadian)

09.00 WITA: Bapak Anis melintas di depan Pos Jaga Dalduk Ailala. Anggota jaga, Kopda Okky Hendra Utomo, melakukan prosedur pemeriksaan standar. Bapak Anis menjelaskan bahwa ia menuju sumber mata air karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses warga Dusun Ailala.

09.05 WITA; Setelah dipastikan tujuan yang bersangkutan adalah mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari, Kopda Okky mengizinkan yang bersangkutan melintas.

2. Selasa, 24 Maret 2026 (Tindak Lanjut Klarifikasi)

07.55 Wita; Danki SSK 3, Kapten Arm Rosy Pujiantoro, menerima informasi berita dari media Reformanews terkait dugaan penyelundupan BBM.

07.57 WITA; Danki SSK 3 mengonfirmasi kebenaran berita tersebut kepada Danpos Ailala, Serka Dwi Eko Wahyono. Danpos menegaskan bahwa tidak ada aktivitas penyelundupan BBM di wilayah tersebut.

08.00-08.15 WITA; Atas perintah Danki SSK 3, Danpos Ailala berkoordinasi dengan Kepala Desa Alas Utara, Bapak Rofin Koli, untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

08.25-08.30 WITA; Danpos Ailala bersama Kepala Desa mendatangi kediaman Bapak Anis untuk melaksanakan klarifikasi dan mediasi.

08.40 WITA; Dilakukan pemeriksaan fisik terhadap jerigen-jerigen di rumah Bapak Anis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jerigen tersebut berisi air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.

III. IDENTITAS WARGA

Nama; Bapak Anis.

Usia; 50 Tahun.

Pekerjaan; Petani.

Alamat; Dusun Ailala, Desa Alas Utara, Kec. Kobalima Timur, Kab. Malaka.

Status: Menikah (K-3)

Nama Istri: Ibu Rosa***